PAGES

Sabtu, 02 Juli 2011

Pernikahan = Ibadah?

Saya sangat setuju kalo pernikahan itu adalah sunnah Rasul SAW dan ibadah untuk mencari pahala atau ridha Allah SWT.
Tapi sebagai anak muda yang masi belajar dan sangat sedikit ilmunya (jadi buat ibu/bapak sesepuh yg baca, klo ada salah mohon dikoreksi yaa) saya mau mengajak kita semua berfikir, dan mengingat kembali tahap-tahap ibadah yang Rasul SAW kita anjurkan.
Nikah itu memang sunnah-nya, tapi ibadah yang satu itu bukan main tanggung jawabnya besar sekali. Kalo memang kita mau ibadah dan mendapatkan Ridha Allah SWT, step by step aja lah dulu, masi banyak ibadah dan sunnah Rasul yang ga tralu menanggung beban responsibility seberat nikah. Contohnya, Solat sunnat dan Puasa sunnat, itu aja masi ada sub-subnya lagi. hehe. solat sunat ada brp puluh, bgitu juga puasa sunat. Dan itu gak pake tanggung jawab yg berat2 amat harus ngasi makan anak orang, ngebimbing anak orang, ngebahagiain anak orang, menghasilkan dan ngedidik anak-anak baru yang bakal jadi Khalifatullah fil 'Ard yang sholeh/sholehah, yang doanya nanti bakal jadi bekel kita di akhirat.
Sekarang tentang statement "Pernikahan itu indah, pernikahan itu menyempurnakan ibadah kita sendiri, pernikahan juga ladang pahala".
Theoritically, i am absolutely AGREE. Tapi ayo kita berangkat ke realita kehidupan nyata, liat pe-rdetik, per-menit, per-hari ketika kita sudah berada di dlmnya. Survey yang saya lakukan ke beberapa sobat dan kerabat yang udah menikah selama lebih dari 2 tahun, "keindahan" itu memang benar ada, tapi bukan menjadi nomor satu seperti di cerita2 dongeng semacam cinderella gitu lagi, cinta yang indah itu menjadi nomor ke sekian setelah yang namanya tanggung jawab, kerja keras, pengorbanan, kepemimpinan, kebijaksanaan, kesabaran, pengabdian, dan yang paling parah PENYESALAN karena SALAH MEMILIH PASANGAN. Hii~ what a nightmare, right?!
Izinkan saya mengutip dari tulisan Kamil al-Hayaali dlm bukunya "Solusi Islam dalam Konflik Rumah Tangga"yang katanya tuh, Islam telah mewanti-wanti semenjak awal dalam hal memilih pasangan hidup untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Islam telah menggariskan dengan jelas bahwa pilihan yang baik adalah salah satu faktor yang dapat menciptakan kehidupan keluarga islami, harmonis, dan cinta kasih pada pasangan suami istri. Landasan yang jelas telah diberikan Rasul SAW dlm sabdanya: "Perempuan dinikahi karena 4 alasan: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikkannya dan karena agamanya. Maka dapatkanlah yang kuat agamanya, niscaya akan beruntung."(HR. Bukhari & Muslim)
itu yang buat para lelakii..
Para wanita tenaang.. nihh, masi ngutip dari bukunya Kamil al-Hayaali (boleh minjem dari ka Adang. hehe. tengs kaa~).
Hadis yang satu ini menyingkapkan ciri hakiki dari seorang suami ideal kepada kita, yaitu yang dapat mengetahui kebenaran dan kewajiban, dapat bertanggung jawab dan bertakwa kepada Allah dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatannya.
"Jika orang yang agama dan perilaku (kepribadian) -nya kalian senangi datang kepadamu, maka nikahkanlah (anakmu) dengannya. Jika tidak kalian laksanakan, maka kekacauan dan kerusakan besar akan terjadi di bumi."
Ada sahabat bertanya: "Meski ia tidak memiliki apa-apa?"
Maka Nabi SAW menjawab: "Jika orang yang agama dan perilaku (kepribadian) -nya kalian senangi datang kepadamu, maka nikahkanlah (anakmu) dengannya," sebanyak 3 kali. (HR. at-Tirmidzi)
Naaaaah~ jadi sudah cukup jelas ya Rasul SAW memberikan kita kriteria pasangan hidup yang seperti apa supaya kita gak salah milih pasangan hidup dan yang namanya pernikahan itu jd gak MENGERIKAN. Intinya adalah AGAMAnya!! hohoo..
Gitu lhooo maksud saya kenapa PERNIKAHAN itu MENGERIKAN.
Mengerikan disini maksud saya harus penuh perhitungan, ga bisa kaya huruf2 di layar ini ketika saya ketik yg klo salah masi bisa pencet "back space" trus dibnerin.
Yaa selalu ada "alasan" dibalik setiap tindakan dan pemikiran kan? Kalo masi dianggap ANEH, yaa minta maaf aja deh.
Trus buat para sesepuh minta tolong dikoreksi ya tulisan saya inii.
*tararengkyu.. matur nuwun.. nuhun pisan..
oiaaa~ Happy new year 1430 H / 2009 M anyway! Have a wonderfully years aheaaad!
;)
Pamulang, 31 Desember 2008
-JELITAnden

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini