PAGES

Selasa, 24 Desember 2013

Ribet sama Selamat Natal?

Pertama-tama saya mau tanya sama Dear Moslem Readers. Seandainya kita Umat Kristen, apa yang dirasain ketikan ngeliat spanduk di bawah ini?


Kesan pertama yang saya tangkap dari spanduk ini adalah keras, panas, tajem, kasar. Bukan Islam banget!

Tujuannya sih udah pasti baik, Lembaga apapun yang bikin spanduk ini, tujuannya mengingatkan umat Islam untuk ngejaga Aqidah, dengan tidak ikut merayakan dan mengucapkan Selamat Natal. Tapi, udah pasti ada doong cara lain yang lebih sejuk untuk berdakwah. Islam itu santun kaaan? 

Keyakinan Umat Kristen itu bahwa:
"Isa al-Masih itu Putra Maryam yang lahir pada tanggal 25 Desember".
Kalo keyakinan Umat Islam itu:
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (Q.S An-Nisa:171)
Sebenernya larangan mengucapkan dan merayakan natal itu karena; menurut keyakinan Umat Islam, Nabiullah  Isa al-Masih itu memang Putra dari Siti Maryam, namun berdasarkan literatur kami (Qur'an & Sunnah) tidak pernah tersebutkan tanggal lahirnya 25 Desember. Kalo mau dirunut sejarahnya, 25 Desember itu awalnya dicanangkan oleh orang Latin sebagai hari lahirnya Dewa Matahari (Sol Invictus). Bisa baca sejarahnya lebih lanjut disini. Ini masalah keyakinan, jd gabisa sembarangan diusik apalagi dirusak. Beda keyakinan inilah yang jadi dasar perdebatan hits akhir-akhir ini.

Untuk masalah fatwa MUI tentang haramnya Muslim mengucapkan Selamat Natal bisa cek disini. Intinya, Buya Hamka bilang selama kita masih tetap ber-Iman Islam, jangankan ngucap Selamat Natal, dateng makan-makan ke undangan perayaannya juga ga masalah, asal tidak ikut Ritual-nya. Kalau saya sendiri ditanya ngucapin apa ngga, saya ngucapinnya "Selamat" ajaaa, maksudnya selamat setiap hari yaa, biar happy selalu hari ini dan hari-hari selanjutnya. Ga spesifik hari apa gitu, soalnya saya gak yakin klo Nabi Isa As. itu lahirnya tanggal 25 Desember. Saudara sekandung Abah saya beberapa Kristen, jadi pasti tiap tahun pas 25 Desember Silaturahim makan-makan di rumahnya. Tapi saya masih Islam, Laa ilaaha ilallah, saya Cinta Muhammad Saw. Rasulullah  dan Isa As. Nabiullah .

"Dear my Brothers & Sisters (besides Moslems), Islam gak se-keras yang terlihat di media kok, bener deh! Islam itu Damai, Adem, Toleran (kecuali kalau Aqidah kami sudah diusik secara tidak benar). Islam yang sebenarnya itu ya Nabi Muhammad Saw., bukan Habib Rizieq (FPI) yang tampak anarkis di Media Massa, dan bukan juga Aki-aki  yang ada di Spanduk diatas itu tadi" -__-' zzzz

Ini contoh berdakwah dengan cerdas dan santun yang saya maksud. Isinya sama kayak spanduk diatas tadi, caranya aja yang beda. Lebih cerdas dan elegans menurut saya. 

cek >> Komik Om Haji Jayus

Ini pas banget nih, Sumpah! Waktu lagi nulis ini di playlist lagunya Marcel - Peri Cintaku. Marcel ganteng yaa sungguhhh~~ *intermezzo *out of topic *sorry :D


Bagi saya "menjaga Silaturrahim " itu lebih penting daripada "mengharamkan ucapan selamat Natal". Menjaga tali kasih antar sesama Umat Manusia (umat manusia loh yaa, bukan cuma umat Islam) itu tdk mudah, jd jangan mau dipecah belah! Here is the point: 
"We're just a big Human FAMILY who live on the same Earth!


If u don't mind to read my related post about "Kalau Tuhan Cuma Satu kenapa Kita Bereda-beda?" 
Thanks for reading, dear Readers!
*HUGS*

Minggu, 01 Desember 2013

"Your Career, Your Happiness"

designed by: Mr. YudhaLu 
Alhamdulillah it's a wrap!
Setelah kurang lebih 4 bulan persiapan, Edufair'13 terlaksana dengan lancar dan sakseiss.

Edufair ini adalah acara tahunannya SMA Islam Al-Azhar BSD yang diprakarsai oleh guru untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa/i yang dikemas secara berbeda, selain ada penjelasan dari perwakilan beberapa Perguruan Tinggi (Negeri & Swasta), ada juga penjelasan atau sharing pengalaman dari beberapa profesional yang inspiratif. 

Tahun 2013 ini Tema Edufair kali ini adalah "Your Career, Your Happiness". Tujuannya secara khusus untuk membuka paradigma baru kepada anak-anak tentang berbagai profesi unmainstream, yang diwakili oleh beberapa profesional yang kita undang sebagai narasumber, yaitu:
Dwiki Dharmawan sebagai Musisi
Chef Marinka sebagai Koki
Khanaan Shamlan sebagai Designer
daaan~~ Rene Suhardono yang berperan sebagai "pawang"nya :p
Sebenernya ada satu lagi narasumber tapi beliau tugasnya kali ini untuk menginspirasi para guru, yaitu Pak Anies Baswedan, Ph.D.

Kita sebut unmaisntream karena dari pengalaman yang sudah-sudah biasanya anak-anak milih jurusan sperti misalnya Dokter, Diplomat, Pengacara, Insinyur, Akuntan. Itu bukan profesi yang salah, apalagi jelek, cuma menurut sayaa~~ bosen ajaaa, dokter lagi, akuntan lagi, insinyur lagi -____-' dan yang lebih kacau lagi ada beberapa anak yang ga perduli jurusannya apa, yang penting masuk Perguruan Tinggi Negeri. *gubrakk*

Acara dimulai dari sekitar jam 8 yang dibuka dengan pemaparan dari bbrp perguruan tinggi swasta. Sesi sharing dengan para profesional baru dimulai jam 9, dipandu oleh Ankatama, si "Kakak Kelas terkece abad ini".
Ankatama, Alumni AlBesd 2007.

Anka ini juga sosok yang patut dicontoh untuk urusan karier. Menurut ceritanya, Anka udah tau mau jadi apa semenjak kecil. Jadi dia itu konsisten mulai dari ngambil jurusan kuliah sampai profesinya dia sekarang ini. Dan keliatan banget kok, orang yang bner2 mencintai pekerjaannya itu pasti KEREN. Saya nggak tau klo bukan Anka yang jadi moderator apakah acaranya bakal se-kondusif, se-seru, se-hidup kemarin atau nggak. yang jelas, I thank you so much dear Anka, u did great! Really!
Liat aja nih kondusifnya anak-anak pas acara kemarin...

Albesd troops 2014 & 2015

Our beloved Speakers: Khanaan Shamlan, Dwiki Dharmawan, Chef Marinka
Setelah sharing, our legend Dwiki Dharmawan yang dateng didampingi soulmate -nya, beraksi di atas panggung. It was  AWESOME! Thank you so much Bapak & Ibu Dwiki Dharmawan...


Klo yang satu ini emang luar biasa sih, he is worth to wait banget. Sempet dagdigdug parah, ampir2 gajadi dateng karena terjebak buas-nya kemacetan ibukota. Tapi Alhamdulillah he made it! Klimaksnya dapet, dgn gayanya mas Rene yang casual, muda bgt, anak-anak happy dan yang paling penting sharingnya mas Rene itu kelihatan NAMPOL banget buat anak-anak. Semua pemaparan narasumber disimpulkan sama mas Rene, kurang lebih intinya anak-anak gak perlu khawatir ttg kegalauan mengambil keputusan masa depan, itu sangat wajar dan pertanda baik klo insting mereka masih normal. Karena dengan kegalauan itu mereka jadi ga sembarangan menentukan masadepan, dan mau berusaha mencari dari dalam/luar diri apa yang paling mereka inginkan dalam hidup; apa minat mereka, apa potensi mereka, dan mereka mau menghasilkan karya apa di dlm hidup mereka.
Thank u mas Rene... We love u!
mas Rene Suhardono in Action

Anka: "Ajaib beneer ini orang... dulu ibunya ngidam aaapa yaaa?" :))

Duo Ibu BK n Dinda foto sama The Sweetest Chef, Marinka
Khanaan Shamlan
Alhamdulillah.. Semoga event yang udah terlaksana, transfer ilmu/pengetahuan dari seluruh narasumber jadi manfaat buat semua yang terlibat dalam event ini. Terimakasih Bpk & Ibu Dwiki Dharmawan, Chef Marinka, Mas Rene Suhardono, Mbak Khanaan Shamlan, dan Semua pihak yang ikut mendukung acara ini, terutama Bpk Ibu Panitia. It was really an honour to work with all of you, maaf klo selama kerjasama saya banyak kekurangan, kesotoyan, ketidak sopanan. hehe.. Thank you so much guuuys!

The Team





Yang paling spesial buat saya dari Edufair'13 ini adalah bisa ketemu langsung sama orang-orang hebat dan inspiratif spt Mas Rene dan Pak Anies. Mereka orang-orang hebat yang jadi inspirasi buat saya.

Dapet kartu nama dari beliau-beliau langsung itu SESUATU! :))
Mas Rene, u RAAAAWKK!
Hope to see you again very soon.. U R my inspirator, my teacher, my mentor!

*roaaaaar~~!! :))
Nanti klo ketemu lagi aku mau minta tandatangan pokonya yaaa :D



And... I met pak Anies secara langsung, bukan dari TV!! *tepok2 pipi takut mimpi* hehehee,

Anies Baswedan, Ph.D

Nggak bisa diceritain disini krn bakal panjang bgt ceritanya. Intinya Beliau itu baik luar biasa, pinter, karismatik, humble, senyum muluuuk...
Pokonya i'll tell u on my up coming post :D

Thanks for reading, peeps!
*HUGS*


Kamis, 15 Agustus 2013

TIMA (Traditional Indonesian Martial Arts)

I oftenly post a picture about TIMA on my instagram, were u aware?
Then in this post i would like to share my experience about having TIMA in my life...


TIMA is a club of healthy body, mind, soul, Universal Meditation, and Unlimited Self-Defense. I met this club when i was on high school. TIMA sendiri berdiri pada tahun 2000, tanggal 10 Agustus. So it was our 13th anniversary a few days ago.

Here r some testimonials from us:

"TIMA itu udah seperti keluarga buat aku. Tempat dimana bisa bercanda, tawa sekaligus berbagi kesengsaraan dan kepedihan serta luka bersama-sama.."
Adil Amran

"TIMA adalah tempat dimana saya menuntut ilmu pencak silat dan beladiri dan meditasi, disitu juga wadah positif bagi saya. TIMA itu sebagai keluarga buat saya, posisinya memenuhi 1/2 hati saya, sebagai prioritas nomor 1 sejajar dengan keluarga, mama papa. TIMA itu adalah tempat dimana saya sharing dikala susah dan senang dan TIMA juga bisa menyupport saya ketika saya ada disaat yang sangat terpuruk"
"Abay yang ganteng lucu dan super imut" << he says

"Cowo jagoan itu bukan cowo yang sukanya berantem ga jelas, memperlihatkan kekuatannya dsb. Tapi orang yg bisa survive dalam kehidupannya. Belajar TIMA bukan belajar jadi jagoan yang sukanya berantem, tapi di TIMA malahan membuat kita bisa kontrol emosi dan menyelesaikan dengan kepala dingin. TIMA itu keluarga, banyak mengajarkan berbagai pelajaran kehidupan yang ga bakal didapet di tempat beladiri manapun. TIMA will always be a part of my life."
Rizkyka Perdana

"Hmm TIMA ya.. Second family sih.. krn bebas sharing, no judging, n yang bandel2 kapok sendiri cukup pake porsi latian."
Angger Pradigdo
"TIMA memiliki banyak arti untuk saya. Tidak hanya sarana olahraga dan latihan beladiri semata, tapi juga sebuah keluarga. Keluarga yang tidak hanya mengajarkan latian fisik dan mental, namun juga pelajaran hidup yang dapat membentuk karakter kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Selama apapun saya pergi dan vakum latihan, TIMA sebagai keluarga selalu menerima saya kembali. LONGLIVE TIMA!"
Muhammad Hanif
 "TIMA is a part of my life. Awal ikut latian cuma skedar latihan biar jd kuat, tp seiring dengan berjalannya waktu TIMA mengajarkan sy bagaimana hrsnya bersikap. Awalnya saya adalah orang yang cuek terhadap keluarga dan kasar terhadap adik, tapi setelah sekian lama latihan TIMA saya jd lebih sayang thd keluarga krn mencontoh pola yang diterapkan dalam TIMA, yaitu bahwa 'semua anggota TIMA adl keluarga' . Dan selain menjaga kondisi fisik menjadi tidak pernah sakit, dengan latihan TIMA saya jg menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih sabar, tidak mudah menyerah, dan menyelesaikan masalah kehidupan dengan pikiran yang positif."
Raymundus Hendra Setiyawan a.k.a Hendrih "BlackSweetSoySauce"

I was there thirteen years ago, when Adhika -my universe brother since kindergarten- put all of his dreams, his hope, and even his life to build TIMA. TIMA was the 1st place I came to after I had this accident that granted me one medical surgery on my right foot. It was early 2000 Earth school lesson learn session at TIMA that opened my eyes not to ignore but to feel pain not as pain, simply but as options' consequences. In nowadays-so-called-global-life, TIMA stays going back to the roots when others choose to leave. Those are memories I won't forget, realizing Thank You will never be enough, until the day I stop to breath..
David Tandayu

"TIMA adalah wadah bagi anak muda untuk mnyalurkan energi ke arah yang positif dan membangun... Mencoba mengajarkan aplikasi nilai-nilai silat ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat untuk menghadapi berbagai masalah dalam bidang-bidang kehidupan. Lebih mengutamakan aplikasi nilai-nilai falsafah silat dibandingkan peragaan jurus-jurus dan hal ini lebih dibutuhkan dlm kehidupan jaman sekarang. TIMA buat aku adl tempat yg menyenangkan dimana orang-orang yang sebelumnya tidak kenal disatukan lewat nilai-nilai kekeluargaan sehingga disadari atau tidak TIMA sudah menjadi keluarga."
terbang2 itu urusannya >> Fraditya Bayu Anggara a.k.a Frodo


Kurang lebihnya begitulah komentar-komentar yang datangnya dari Hati keluarga TIMA.
Bagi saya pribadi, TIMA itu tentunya merupakan wadah positif buat muda-mudi mengolah fisik, mental dan hati nurani. Bukan cuma sekedar tempat latihan bela diri, TIMA ini salah satu role model keluarga ideal banget. Terutama our Master, he is such an ideal figure of a son, a brother, a father, and a husband.

MasKa, Agasha, MbaRyva, Aisha, Alicia

Menurut saya, dalam gejolak emosinya Remaja membutuhkan wadah di luar keluarga inti (entah teman, saudara, atau komunitas semacam ini) untuk sekedar sharing dan tambahan referensi dalam mengambil keputusan dan menyikapi hal-hal dalam hidup. Saya sendiri ketemu TIMA pas lagi bergejolak2nya masa remaja, jd Alhamdulillah "when i'm down, and my family couldn't catch me properly, i've got TIMA on my back!". Bioligically, i have one mother, father and 3 siblings. But in TIMA automatically i got another parents, brothers n sisters. TIMA Family complete me, and keep me balanced.

And i can't thank this lady and monsieur enough, without them TIMA wudn't be exist.

Sir n Madam Iman Wijaya

our Family pictures :)
Birthday Banner for TIMA's 12th anniversary

bunch of TIMA Family

Our kinda set

TIMA Performance

Anyway... tiba-tiba saya kpikiran quote:


"Martial Art is some kind of an art

Dari pada art jogetjoget buka aurat
mendingan art yang bermanfaat
yaitu Pencak Silat!" 

-Jeniffer from TIMA-

nyeheheheheheh....



TIMA
Since August 10th, 2000






Contact TIMA:
Jl. Ismaya no. 56, Limo, Depok
West Java - 16514
+6221 754 8820
+62818 862 920








HAPPY 13th ANNIVERSARY dear Family.







Love,

Nden

Minggu, 21 Juli 2013

Diskusi sore with mbajel

Have u heard this?
Yes, u can blame the mainstream music yang always cinta-cintaan ga jelas.
They contribute to THIS!

Mabuk-mabukan, kebut-kebutan, self injury (nyayat anggota tubuh, memukul benda keras dgn tangan kosong, nabrakin mobil ke pohon, minum obat melebihi dosis, mogok makan, etc). Itu adalah kasus-kasus emosional remaja yang sering saya temui, yang penyebabnya beragam: Ada yang karena masalah keluarga/orang tua, masalah sosial/pertemanan, dan yang paling hits adalah masalah relationship atau masalah percintaan gelora asmara kawula muda. Yang mau saya angkat kali ini adalah kasus emosional remaja yang disebabkan oleh romansa rominsi percintaan muda-mudi ini.

Kasus-kasus emosional yang saya sebutkan itu dampak negatifnya sungguh luar biasa, bisa dampak secara langsung maupun tdk langsung, baik buat diri si pelaku sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Yang jelas, kesalahan dlm bertindak dalam kondisi emosi/tanpa berfikir panjang itu bisa merusak masa depan.

Rata-rata orang yang terpuruk karena masalah percintaan itu adalah karena "they're taking it to deep", and so did i, i've been there. Terlalu berharap banyak sama seseorang, menggantungkan harapan yg terlalu tinggi sm seseorang, jd pas gantungannya ga nyampe dan jatoh, itu sakitnya luar biasa. Yang jadi masalah disini kan sebuah "relationship yang belum legal", yg masih berdasarkan kesepakatan emosional antara 2 pribadi (suka sama suka - sayang sama sayang - rindu sama rindu), belum ada dasar hukum yang clear dlm hubungan tersebut (hukum agama atau negara). Jadi emg harus tanggung resikonya ketika emosi salah satu dari pembuat keputusan tsb berubah jadi ga sepakat lagi, jadi ga sayang lagi, ga suka lagi, ga rindu lagi, atau salah satu pribadi punya rencana lain yang emang bertolak belakang sama pribadi yang satunya. Ini hal yang lumrah, jd jangan dibikin LEBAY. Ketika kita berani memutuskan untuk berkomitmen secara ilegal (tidak HALAL), kita jg harus siap untuk menanggung resiko apapun yang akan terjadi di kemudian hari, tanpa melakukan some stupid reaction ketika kejadiannya ga sesuai harapan.

Sadari juga, bahwa fisik yang diancur-ancurin itu bukan punya kita. Itu cuma dipinjemin sm Allah, sbg fasilitas utk kita berkarya di dunia. Berkarya enggaaa, rusak iya tu badan. Saya ingatkan, itu namanya sudah berkhianat sama amanah titipan Allah yaaa.. Allah bisa sewaktu-waktu nyabut semua fasilitas itu kok. Misalnya kita dikasi hidup tp dibikin lumpuh sekujur tubuh.. Kebayang gak? Jadii ayokk dijaga amanah Allah baik-baik ya naaak.. huhuu *ibu jadi sediih  T__T

We are a human, cerdas, bertumbuh dan berubah. Jangan buru-buru ngambil keputusan untuk menetapkan ketika kita masih sangat muda. I mean, ketika memutuskan berkomitmen sm seseorang, harus sadar kita ada dimana, punya apa, tujuan kita kemana dan rentang waktu menuju masa depan itu segimana. Jadilah manusia muda, beda, berbahaya *klo kata SID*.. Bukan manusia lebay bin alay! :p

Naaah.. Yang namanya naluri manusia untuk menyayangi-disayangi, mengasihi-dikasihi, memperhatikan-diperhatikan itu memang gabisa dipungkiri. Dan naluri itu gak salah koook, cuma yang salah tempat peng-alokasiannya sajaa. Jd naluri itu harus pandai2 kita manage.. kemana, dimana, seberapanya. Naluri itu dipakai untuk saling menyayangi, mengasihi, perhatian kepada seluruh penduduk alam semesta ajaa, keluarga, teman, hewan, tumbuhan. Jangan ke cuma satu orang itu2 ajaa.. rugi tauu~ MUBADZIR!

Btw, i moved to another school. Hmmm kurang lebihnya itu materi terakhir yang saya share buat anak-anak di sekolah sebelum saya pindah ke sekolah yang baru ini. Semoga bermanfaat dan bisa dipahami yaaa my dear anis, gita, bela, fidha, angga, melza, vania, hera, arif. Remember, this ain't a goodbye... Ga boleh lose contact pokonyaa. Mbajel love you all sooooo much. huhuuu T____T


I made a flyer for this little event named "Diskusi Sore with Mbajel" :p





a proudful teacher i am, for having a students like u guys...

And the day i publish this post is Melza's birthday.
Happy Birthday dear Melza Horiza Sastradiredja.. 
Semoga istiqamah dgn hijab barunya, sukses kelas XII-nya, kesampean masuk ITB-nya dan klo udah jadi "MELZA HORIZA FOUNDATION"  jgn lupa sama mbajel yaaa. ehehe. I love you, Melz!

Well, thanks for reading dear readers, selamat sahuuur!
Salaaam
:)

Rabu, 19 Juni 2013

She's a Magical Diamond

Ahhh how i love my daily life as a guru BK, though it's tiring when u met a "murid bandel", but it won't be any excitement if there's none of that kind of student. hehe. Aaand of course i'm not gonna let u think that "Guru BK/school councelor is only handle a murid bandel (troubled student)", theoritically there r 3 functions of a guru BK:
1. preventive function,
2. curative function,
3. constructive function.

Nahh yang mau saya share kali adalah tentang fungsi konstruktif untuk anak yg bersangkutan, dan fungsi kuratif dan preventif untuk anak-anak lain yang ngga seperti dia.

This girl, named "Magical Jewel",

"Damba Permatasakti"

17 yo girl, smart, beautiful and the most important thing is she has already a settle future plan (it's such a rare at her age). I meet kids at her age usually still "galau" about what will they're gonna be in the future. Waktu Damba penjurusan, nilainya cukup untuk dia masuk kelas IPA, but she didn't choose that. Alasannya karena dia ga minat di IPA dan dia udah punya rencana pengen jd desainer grafis nantinya. Such a firm decision!

Pertama kali ketemu Damba itu waktu lg bertugas jd panitia utk acara HUT Sekolah. Saya bertugas mendampingi dia utk bikin desain materi Publikasinya (she's good at photoshop). Pertemuan kedua itu waktu saya bertugas ngawas UAS di kelasnya dia. And u know what, at that time she only took 20 mins to finished the exam. hahha. Gile juge ni anak! *dalem hati*
Makin lama, makin kenal, makin tau ini anak FIX keren! Damba ini anak satu-satunya, lahir dari mama-papa yang mapan dan supersibuk. Yang udah-udah nih yaa, bbrp kasus yang saya temui klo mama-papanya supersibuk berkarier di luar rumah, biasanya anak-nya bermasalah mulai dari tingkat "agak" sampai "parah". Itu karena they give less-emotional attention and give over-facility (kurang perhatian alias ga pernah ngobrol, dan cuma sempet ngasi duit aja). But, those traits doesn't fits to this girl; ibu-bapak supersibuk, duit dan fasilitas lancar-luarbiasa, tapi anaknya tetep undercontrol dan bahkan prestasinya above-average . So i eager to know her mom and the way she treats Damba until she becomes this such a cool girl.

We were set the meeting at PIM after office hour.
No wonder Damba is such a nice girl, she was born from a very nice and a cool lady indeed. woohoo~ it's such an honour for me to meet her! *thanks mama iloveyou!*
Pertama ketemu langsung cair, si mama orangnya asik bgt, jd ga pake ba-bi-bu langsung bahas ttg prodaknya yang keren yang namanya "Damba Permatasakti" ini. Langsung dengan lancar Mama Damba cerita dari ketika awal abis nikah sm Papa Damba.

Mama Damba ini berkarier sebagai dosen sekaligus Wakil Rektor di Universitas Swasta terkemuka di Jakarta Selatan. Memulai kariernya dari sebelum punya Damba sebagai dosen. Damba, anak semata wayang, yang diperolehnya setelah 4 tahun pernikahan. Si mama menikah umur 29 tahun, dan baru lahir damba pas mama umur 33. Setelah nunggu 4 tahun lamanya, Mama sama Papa Damba bukannya malah manjain dengan ngasih segala yang Damba mau, tapi memberikan segala yg dibutuhkan Damba lengkap dengan alasannya. Semuanya yang dikasih/dilarang/disuruh dipaparkan dulu alasannya dengan jelas sm Mama, even when Damba still in her tummy. Mama said "Saya selalu ajak ngobrol Damba sejak dr dlm perut, saya udah panggil dia Damba wkt itu, mau cewe/cowo pokoknya namanya Damba".

Mama rajin banget ngajak ngobrol Damba sejak hamil, sampai udah lahir suatu hari waktu Damba masih umur skitar 2-3 tahun, mereka jalan-jalan ke toko mainan, Damba minta dibeliin barbie yang pada saat itu harganya tergolong mahal. *klo saya mah mikirnya: yaampun punya anak cewe 1, cantik, susah juga dapetnya yaudadeh beliin aja, toh duit gw banyak* Itu klo saya yang jadi ibunya,
Tapi Mama Damba ngga begitu. Waktu Damba minta beliin barbie itu, mama langsung bilang sama little Damba (yang ngomongnya aja masi blepotan), mama menjelaskan klo mama punya uang, tapi bukan untuk beliin Damba barbie itu. Mama bilang, "Damba masih terlalu kecil, belum ngerti ngerawat barang. Barbie ini harganya ngga murah, kalau nanti rusak kan sayang. Jadi nanti yaa dibeliinnya klo Damba sudah agak besar yaaa.". Well, here's the point.. This mom was treat little Damba as a completely human since she's still a baby. She described the reason why wouldn't she bought her that barbie, clearly as if she was an adult, doesn't matter if she understand or not.

Another story brought me to the time when little Damba entering the primary school. Mama ini karena memang dasarnya pendidik juga, jadi beliau paham klo masa kecil itu masanya bermain, jadi Mama ngga pernah makasain Damba waktu TK itu belajar baca/nulis/berhitung. Nahh, pas masuk SD tmen2 sekelasnya semua udah bisa baca, cuma Damba yang belum bisa. Dasar anak-anak yaa, mulutnya kan suka jail, jadi aja si Damba diceng-cengin gara-gara blm bisa baca. Pulang lah Damba dengan bercucuran air mata, dan gamau sekolah lagi *pukpukpuk*. Saat itu mama sudah menjabat sbg Kepala Jurusan di Fakultas yang pasti tugasnya ga sedikit alias sibuk bgt. Tapiiiii~ *perhatikan ini penting bgt* beliau konsekuen dengan keputusannya untuk berkarier di luar rumah, kesibukkannya sbg KaJur ngga membuat Mama "mengendurkan" tugas sebagai Ibunya Damba yang masi kelas 1 SD. Sewaktu Damba mogok sekolah karena malu blm bisa baca, mama memutuskan untuk terus mendukung Damba secara mental dengan mengantar Damba ke Sekolah, full time! Jadi, kerjaannya sebagai KaJur itu dibawanya ke Sekolah Damba. Mama kerja dari sekolah Damba tanpa terputus koordinasi dengan kantornya. Jadi Damba tetep bisa ngeliat mama ada di dket dia, dan kerjaan kantorpun tetep ter-handle. *repot gak sih menurut L?* Itu repot bgt loh.. Tapi ya itulah judulnya KONSEKUENSI!

Ini yang saya maksud, silahkan para wanita berkarier dengan bijak dan tanggung jawab. Mama keren ini modalnya adalah "mau repot", so she can fulfilled all of her responsibility: as a mother, as a wife, as a career woman.

Iniii dianya supercool Mom and Daughter!
(with mbajel of course -__-')



This magical diamond gets by effort. Anak gadis pinter begini bukan semerta-merta "gift" dr Allah. Ada usaha dari orang tuanya untuk memiliki Anak yang (sejauh ini) tumbuh dengan sukses. Mulai dari dasar pemikiran, rencana dan konsep pola asuh yang matang. Kalo saya perhatikan, selain sudah memiliki konsep dan pemikiran yang matang, mama-papa Damba ini juga sudah matang secara usia ketika melahirkan Damba. Well-prepared lah pokoknya!

Semoga sharingnya bermanfaat yaa buat para ortu dan calon ortu.. Smg bisa menghasilkan manusia-manusia dewasa yang berguna, bukan cuma manusia yang mempersempit dunia!


Keluarga Super


Much looove,
mbaJEL

Minggu, 21 April 2013

Hari Kartini

Udah nyampe hari Kartini lagi yaa.. Perasaan baru kmrn saya re-post tulisan saya ttg "Kenapa cuma Kartini yang Punya Hari?".


R.A Kartini
Cuma mau mengingatkan diri saya sendiri dan berbagi buat yang baca. Tentang semangat perjuangan Kartini untuk Pendidikan bagi para Wanita pada masanya. Dimana pendidikan untuk kaum wanita pada saat itu dianggap tidak penting. Tapi klo sekarang ini sih gausah khawatir lagi lah yaa, wanita-wanita udah banyak yang tinggi-tinggi bgt sekolahnya. InsyaAllah secara intelektual atau wawasan tidak perlu diragukan lagi. Sekarang ini yang saya khawatirkan malah karena pendidikan wanita-wanita udah ketinggian jadi malah lupa prioritas tugas seorang wanita di dunia itu apa. Would u mind to read my earlier article about "Emansipasi Kartini", saya ngutip bbrp bait dari surat-surat Kartini tentang semangatnya memperjuangkan pendidikan untuk wanita pada masa itu. Supaya ga salah kaprah mengartikan Emansipasi yang Kartini maksud.


Hari ini, saya berdoa semoga lahir manusia-manusia yang lebih berkualitas dari Rahim para Wanita-wanita cerdas dan bijaksana di masakini, dan saya juga berdoa buat sohib nyentrik saya yang namanya adalah singkatan dari ha-RIKA-rtini *such a creative mother who gave u this name* semogaaa Neneqi bahagia selaluuw, sehat selaluuw, dan sisa usianya barokah yaaaa~~ aaaammuweeen! *pelukkk jauh dari pamulang*

NEQI si Nene Funky
Kebetulan sohib saya yang satu ini adalah seorang Master di bidang Kesetaraan Gender, jadi pas banget ya emang dia lahirnya bareng sama ibukitakartini.. hehe.





R.A Kartini's vector created by http://cusspahing.deviantart.com/art/R-A-Kartini-202631128

Minggu, 14 April 2013

Marah!!!

I would like to share my latest experience at school, but before, i have to beg you to not trying this at home... Okay.....? 

"Menahan Marah" sepertinya bakalan jadi wahana baru yang seru buat saya! hahaha



Pengalaman terbaru saya mengenai marah adalah waktu anak murid saya di sekolah gak ngikutin apa yang saya bilang. Kesabaran benar-benar diuji sampai akhirnya saya gagal melewati ujian... dan sesuatu-pun melayang dari tangan saya menuju tembok *yg bunyinya* "BLETAKK!!"Dan tau apa yang terjadi? Anak itu tetep ngeyel tak bergeming... Kayaknya saya yang ngelempar lebih kaget dari dia yang ngdenger. hahah. Kagetnya saya itu karena denger suara benda mental ke dinding, dan kaget kok ini anak gak bergeming tetep ngeyel *kga ada takut2nya dia sm gue! lol*. Saya berfikir cepat dan langsung mengganti cara *dari tegangan 110 volt menjadi 10 volt* dgn nada se-halus2nya bilang "Kok kmu susah banget dibilanginnya sih, ibu tuh cuma pengen liat kmu sekali dibilangin langsung nurut...", dan yang terjadi adalah anak yg drtd ngeyel itu langsung balik badan dan menuruti kata-kata saya. wakakakaka... *BOK! energi marah gue tadi sia-sia gak siiiih? ASELIK!*
Langsung meres otak sambil masih dalam kondisi shocked : "kok bisa ni anak gue keras2 ga bergeming, pas gue pelan malah bergerak???"  
Yayaya.. sort of penyesalan atas emosi yang tadi meledak ga karuan. huhu *Istighfar*

Saya jadi buka-buka lagi pesen Baginda Rasulullah Saw. tentang marah. Rasul sampe berkali-kali mengulangi pesannya kepada seorang lelaki untuk "Jangan Marah!"
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Saw. : “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Saw. : “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”. (HR. al-Bukhari)
Nah untuk dia yang berhasil menahan amarahnya dijanjikan segala yang indah-indah sebagai imbalannya
Barangsiapa yang menahan amarah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, Allah akan panggil ia di hadapan para makhluk pada hari kiamat, hingga Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari (terbaik) yang ia inginkan  (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang-orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (Q.S Ali Imran:133-134)
Sahabat Nabi Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhu berkata: Tidak ada luapan yang lebih besar pahalanya di sisi Allah selain daripada luapan kemarahan yang ditahan oleh seseorang hamba demi menggapai wajah Allah.(H.R al-Bukhari dalam Adabul Mufrad) 

Segitu indahnya gambaran tentang imbalan bagi orang-orang yang berhasil menahan amarahnya. Artinya, menurut saya klo iming-imingnya sampe bidadari dan surga gitu berarti marah itu is a very big deal for us dong yaaa! Yaaa sperti yang baru saya rasakan, udah pasti dampak dari ga bisa nahan marah itu adalah nyesel. Dan lebih nyeseknya, ternyata ga perlu voltase tinggi-tinggi utk bikin seorang anak itu paham. bahaha.. Such a wasted energy! -____-'

Jadi, tantangannya buat saya skrg ini adalah gimana caranya selalu aware untuk nge-switch segala energi negatif menjadi sesuatu yang positif, ini terkait sama waktu dan tempat. Bukan berarti kita ga boleh marah sama sekali kok. Rasul Saw. tetep bisa marah, dalam konteks perang tapinya, baik di medan perang ataupun memerangi hal-hal keseharian yang melanggar Syari'at Islam. 



Yang namanya pendidik (baik guru atau ortu) bner-bner ga boleh punya standar "harga diri" yang orang-orang umum punya. Pendidik itu harus meredam ego, mengesampingkan harga diri untuk bisa memastikan apa yang kita ajarkan itu diterima dan dimengerti sama seseorang. Marah saya kemarin itu bisa dibilang karena merasa harga diri saya rendah banget dimata si anak sampe dia ga nurutin apa yang bilang. Marah saya kemarin itu adalah bentuk luapan emosi ketidak-terimaan saya terhadap tingkah ngeyelnya si anak. 

And,  finally i found that my PRIDE wasn't important for him to understand what is right or wrong! Harusnya energi marah saya kemarin itu dipakai untuk muter otak lebih kuat, mencari dari celah mana saya bisa bikin dia ngerti apa kesalahannya dan bagaimana dia berlaku seharusnya. Yaaa istilahnyaaa, ada seribu jalan menuju Roma lah sooob! hahahahah *fyuuuuuuuuh* 
Rasanya tuh gemes, kesel, tapi seruu kayak naik kora-kora di dufan! *sok-sok seru naik kora-kora *padahal jackpot 
wkwkwkwk

Well, thanks for reading..
cmiiw

Salam,
@jelitaNDEN

Selasa, 26 Maret 2013

Divorces

Salah satu artis yang barubaru ini Cerai sama pasangannya nulis gini "Divorce isn't such a tragedy. A tragedy is staying in an unhappy marriage, teaching your children the wrong things about love" 

What do you think? 

IMO: better you dont speak, dude! I have no excuse for that such a thing. If i may describe what's on my mind and my heart about this divorce thing, it will be like him.....



HULK

Okay, im not gonna judge anyone.. i only wanna ask some questions for those who choose divorces as the solution:
1. What do you think marriage is?
2. Does divorce is the best way to make you live happier?
3. Do you know that your decision may bring bad impact for somebody else's life? (especially if u already have a children)

Dari TKP saya melaporkan bahwa di lapangan ada macam-macam anak dari berbagai latar belakang. Untuk anak-anak yang unfortunately have a divorced parents, yang udah pasti terganggu adalah kondisi emosinya. Mennn, remaja yang ga pake bermasalah di rumah aja emosinya udah fluktuatif bgt, gimana yang di rumahnya pake ada masalah? Fluktuasi emosinya pasti lebih dahsyat dong ya.. Ketahanan emosi yang berbeda, tabiat, karakter yang beda-beda jadi pasti cara mereka menanggapi masalah yang ada di dpan matanya dia juga pasti beda.


Ada anak yg aman stays on the track, kalem, nurut klo dibilangin, mungkin agak lebih sensitif gampang nangis alias cengeng, ada juga yang lebih ke rebelious, tambeng, susah dibilanginnya, ga cukup pake suara pelan. Tapi, setiap anak pada dasarnya fitrah-nya sama, mreka semua baik, tergantung gimana orang tuanya menyiapkan mereka. Tergantung mereka terbiasa mendengar apa saja, dan dicontohkan hal-hal apa saja oleh ortunya. Merupakan tugasnya ortu untuk menjaga  anak-anaknya tetap dalam kondisi “fitrah”, dan menjadikan anak-anaknya pribadi bijak yang pandai mengambil keputusan. Contohkan mereka tentang apa yang namanya tanggung jawab dan konsekuensi.

… then my another question to be answered is
4. Does the divorces is a good example to teach the children about "responsibility" and "concequence"?

Dear parents or parents-tobe, please re-consider your decision about everything. Apalagi klo keputusan itu sekiranya bakal menimbulkan dampak untuk orang lain. Keputusan tentang apapun, pikir yang panjang yaa.. Saya mual bgt klo dnger orang-orang bercerai itu alasannya:
“Sudah tidak ada lagi kecocokan”, “Ternyata kita ga sepaham”, “Kita punya tujuan yang berbeda”.
Menn, gue tanya yee, dulu proses penjajakannya gmn..?
Ketemu di jalan langsung nikah?
Apa ta’arufan cuma 3 hari dan ga jelas nasab-nya?
Trus klo misalnya udah pacaran lama, pertanyaannya beda lagi..
Lo ngapain aja pas pacaraaan kok baru ngeluh sekarang? 
-____-‘





Marriage is about to make a happy colony who could spread the happiness on earth.. U gotta set the condition to make each family member feels happy. It’s all about how u set the understanding about what happiness really means dan jadilah tauladan bagi anak-anakmu, baik secara perbuatan dan perkataan.

Thanks readers.
cmiiw
:)
Ada kesalahan di dalam gadget ini