PAGES

Jumat, 27 Maret 2015

Presence

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), . . . " 
(Q.S An-Nisa:34)
Sampai saat ini saya masih meyakini kalau Bapak dan Ibu itu punya pembagian tugas masing-masing, yaitu Bapak mencari nafkah di luar rumah karena memang lelaki diciptakan dengan energi yang lebih dari perempuan, dan si Ibu bertugas sebagai manager rumah tangga termasuk anak-anaknya. Itu kondisi ideal yang saya yakini, karena memang pembagian tugas jangan sampai tumpang tindih dan akhirnya ada satu sisi yang ga ter-handle dan akhirnya bermasalah. Singkatnya, harus ada yang standby di rumah untuk me-manage semuanya agar berjalan dengan lancar, terutama perihal perkembangan dan pendidikan anak. Dari sini akhirnya saya menyatakan: "Udah paling bener jadi IRT, anaknya pasti jadi bener!"
dan pernyataan itu pun PATAH akibat dari fakta-fakta di bawah ini -___-'
  • Ibunya IRT, sibuknya pengajian-- anaknya kena narkoba.
  • Ibunya IRT, sibuknya arisan-- anaknya jadi preman.
  • Ibunya business woman, sibuknya jgn ditanya-- anaknya calon ga naik kelas.
  • Ibunya bankir di Bank Swasta terkemuka, sibuknya tak terkira-- anaknya baik-baik aja aman damai berprestasi
  • Ibunya menjabat di sebuah lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, sibuknya ga ngerti lagi-- anaknya manis-manis dan membanggakan
hahaha.. gmn menurut ngana?
Saya jadi inget pernah ngepost tentang Damba yang anak tunggal, ortu supersibuk, dan hidupnya full facility tapi anaknya gak macem-macem dan cenderung membanggakan.
Jadi pernyataan selanjutnya adalah "Ibunya IRT gak menjamin anaknya akan bener -_- dan ibunya sibuk gak menjamin anaknya akan jd gak bener"
Akhirnya saya menemukan satu kata kunci penting dari kondisi ini, yaitu:
Presence
Mau ibunya kerja atau nggak, yang penting si Ibu ini harus HADIR secara fisik, mental, spiritual.
Walaupun si Damba ini ibunya sibuk banget, tapi selalu in-touch walaupun via telepon atau teks.
Terus jadi inget juga sama si Bunga (bukan nama sebenarnya :p), temen saya dari SD. Itu dia ibunya wanita karier, tapi ni anak bohong aja takut banget sama ibunya, ga pernah pulang malem karena ga boleh, dan sempet denger langsung jg dari Ibunya kalau Beliau ini ga pernah putus doain si Bunga dimanapun. Walaupun lagi kerja di kantor tiba2 inget Bunga ya langsung kontak ke rumah *dulu anak kecil blm punya HP cyinn. (baru sadar, jadi si Bunga ini emang ga ada celah buat maksiat sih seinget gue, ibunya biar jauh di kantor tapi si Bunga ini takut banget sama emaknya. hahaha. Ini efek amal dan perbuatan Ibunya jg sih pastinya!) Sekarang si Bunga udah jd S.H dan lg dalam proses mau jd Notaris juga kayak Ibunya.
Jadi mau ibunya IRT atau wanita karier itu gak ngaruh sama jadi bener atau nggak-nya si anak. Yang penting adalah kehadiran Ibu secara fisik, mental dan spiritual buat si anak. Ketika secara raga hadir di sisi Anak ya hadirlah sepenuh jiwa untuk si Anak (misal: jgn ngurus kerjaan ato arisan via gadget), dan ketika raga tidak dapat hadir di sisinya hadirkan jiwamu dalam bentuk perhatian dan doa untuk anakmu (misal: always get in-touch by phone or text, sekarang lebih canggih bisa free video call jadi anaknya makin gada celah buat bokis. wkwkwk).
Dari tadi yang saya sebut-sebut Ibu aja bukan berarti Bapak ga punya kewajiban ngedidik anak lho yaa, bareng-bareng tapi membagi tugas berdasarkan Amanah prioritas.
Karena saya tau jadi orang tua itu amanah yang gak mudah,
CMIIW.
Salaam :)
_____________________________________________________________________________________________________
This post is dedicated to my beloved ibu-ibu:
Bunda Bian, Bunda Afka, Ummi Dimi, Ummi Juna, Mama Sabil, Bubu Nino, Ibu Zeyhan, Mama Jasmine.

Selasa, 08 Juli 2014

Saya Pilih no. 5!

Gembar-gembor "Prestasi dan Aib" para Capres-Cawapres menghangatkan timeline media sosial pada minggu tenang sebelum Pesta Demokrasi ini. Seru banget, berbagai macam kreatifitas ditampilkan untuk mengusung para jagoan yang diyakini dan menjatuhkan lawannya. Ntah apa emang Pemilu kali ini lebih seru, apa saya aja yang baru ngeh..? Tapi asli sih, kali ini bingungnya sampe mual, bingung mau selfie 1 jari apa 2 jari. Huehuehue...

"Jd gimana, stelah liat orasinya lu makin mantep dukung dia jd presiden apa ngga?"  ini pertanyaan teman saya yang waktu itu ikut dateng ke rEVOLusi salah satu event Turun Tangan. "Hmm.. Gue sih judulnya mau Turun Tangan bukan masalah mau dukung Pak Anies jd presiden apa ngga, tapi lebih ke mau ikutan berkarya kayak beliau aja. Gue mau berkontribusi untuk Indonesia dari hal-hal kecil, dari lingkungan terdekat."

Jadi kalo hasil konvensi demokrat yang ternyata Pak Anies ga berhasil lolos jadi capres dari Demokrat ya saya biasa aja, dan tetep mau turun tangan juga buat Indonesia.

Siapapun Presiden Indonesia, saya mau selfie 5 jari aja dulu :D


Kurang selfie gmn coba? 


Kenapa lima? 

Soalnyaaa....
Pancasila ada 5


Rukun Islam jelas 5

Turun Tangan juga 5

Jadi, siapapun Presidennya, jangan lupa kalo kita ini Sodara Satu Bangsa, dan jangan lupa juga kalo lagi Puasa...
hehehe.

#SalamLimaJari




Jumat, 14 Maret 2014

#IndonesiaUnite

Beberapa hari ini gue merhatiin berita di TV, sumpah pengen gue jual  aja ni tv di rumah!
Yang berita pasangan remaja bunuh mantan pacar,
yg ibu bunuh anak sendiri,
gunung2 api di pulau jawa lg pd bergejolak,
tjd lg semburan lumpur kayak di sidoarjo,
kabut asap di riau, etc...
Ya Allah.. Gunanya apa berita2 macem begitu? :___(

Ntah apa lah tujuannya si media2 ini. Yang jelas mreka udh sukses bikin PR gue tambah berat.  Media skrg ini jelas berkontribusi bikin beberapa anak2 murid gue ilfil dan pesimis sama Negaranya. Ketika gue tanya mereka "Sendainya kalian dpt kesempatan kuliah dan berkarier di luar negeri, akankah kalian kembali lagi dan berkarya di Indonesia?", mereka dgn lantang menjawab, "Ya stay disana lah bu, ngapain di indonesia kusut begini, mendingan saya tinggal disana.. Makmur!"

Hmm oke, apa karena usia mereka terlalu muda utk punya tujuan mulia? Yg jelas mereka blm punya inisiatif utk memberi/menyumbang sesuatu utk tanah airnya, penyebabnya karena mungkin blm ada yg berhasil memberikan arahan hidup untuk ber-KARYA, jd mreka pikir hidup hanya utk kaya -__-'

Come ooon! Everything happens for a reasons. Kita lahir di bumi Indonesia jg there must be some reasons. Kita yg dilahirin disini bukan cuma utk numpang lahir, numpang hidup... Tp utk berkontribusi utk Negara ini, untuk mjd berguna mulai dari ring 1 (lingkungan terdekat). Klo kita liat Negara ini ga ada indah2nya, itu salah. Klo kita ilfil, pesimis, bahkan sampe benci sama Indonesia... Kita salah! Indonesia ini luar biasa indah, kaya, potensial. Mungkin yang patut kita benci dan kita geluti itu orang2nya. Orang2 childish dan EGOIS yg bisanya cuma memperkaya dirinya sendiri, tanpa memikirkan kesejahteraan mahluk lain.

Bisa bayangin gak...? Tanpa berita2 suram di TV aja udah sangat sulit bagi kami para guru utk menggeser orientasi masa depan mereka utk jd lebih kontributif buat tanah air ini. Ditambah lagi berita2 di media mcm skrg ini.. Apa fungsinya???
"Kami butuh lebih dari sekedar informasi, kami butuh motivasi..! "

Dear ibu2, anak2 dan tman2ku sayang,
Ayo kita pinter2 mencerna apa yg disajikan media,  jgn ditelen bulet2. Saring mana yg perlu dilihat dan tdk. Masukin ke hati apa yang memotivasi, dan eliminasi apa yang bikin kita geli sama Negara ini. Usahakan cari dan lihat yang INDAH2 dari Indonesia, krn yg buruk2 terlalu mudah utk terlihat. Berhenti lah mengeluh, dan bergerak bikin sesuatu buat Tanah Air kita... IND❤NESIA!!!





Perhaps those views i post above are'nt the best views in this world. 
But those are INDONESIA, those are OURS! Be proud of it...

#IndonesiaUnite #proudINDONESIAN



Thank u for these great picture ❤



Selasa, 24 Desember 2013

Ribet sama Selamat Natal?

Pertama-tama saya mau tanya sama Dear Moslem Readers. Seandainya kita Umat Kristen, apa yang dirasain ketikan ngeliat spanduk di bawah ini?


Kesan pertama yang saya tangkap dari spanduk ini adalah keras, panas, tajem, kasar. Bukan Islam banget!

Tujuannya sih udah pasti baik, Lembaga apapun yang bikin spanduk ini, tujuannya mengingatkan umat Islam untuk ngejaga Aqidah, dengan tidak ikut merayakan dan mengucapkan Selamat Natal. Tapi, udah pasti ada doong cara lain yang lebih sejuk untuk berdakwah. Islam itu santun kaaan? 

Keyakinan Umat Kristen itu bahwa:
"Isa al-Masih itu Putra Maryam yang lahir pada tanggal 25 Desember".
Kalo keyakinan Umat Islam itu:
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (Q.S An-Nisa:171)
Sebenernya larangan mengucapkan dan merayakan natal itu karena; menurut keyakinan Umat Islam, Nabiullah  Isa al-Masih itu memang Putra dari Siti Maryam, namun berdasarkan literatur kami (Qur'an & Sunnah) tidak pernah tersebutkan tanggal lahirnya 25 Desember. Kalo mau dirunut sejarahnya, 25 Desember itu awalnya dicanangkan oleh orang Latin sebagai hari lahirnya Dewa Matahari (Sol Invictus). Bisa baca sejarahnya lebih lanjut disini. Ini masalah keyakinan, jd gabisa sembarangan diusik apalagi dirusak. Beda keyakinan inilah yang jadi dasar perdebatan hits akhir-akhir ini.

Untuk masalah fatwa MUI tentang haramnya Muslim mengucapkan Selamat Natal bisa cek disini. Intinya, Buya Hamka bilang selama kita masih tetap ber-Iman Islam, jangankan ngucap Selamat Natal, dateng makan-makan ke undangan perayaannya juga ga masalah, asal tidak ikut Ritual-nya. Kalau saya sendiri ditanya ngucapin apa ngga, saya ngucapinnya "Selamat" ajaaa, maksudnya selamat setiap hari yaa, biar happy selalu hari ini dan hari-hari selanjutnya. Ga spesifik hari apa gitu, soalnya saya gak yakin klo Nabi Isa As. itu lahirnya tanggal 25 Desember. Saudara sekandung Abah saya beberapa Kristen, jadi pasti tiap tahun pas 25 Desember Silaturahim makan-makan di rumahnya. Tapi saya masih Islam, Laa ilaaha ilallah, saya Cinta Muhammad Saw. Rasulullah  dan Isa As. Nabiullah .

"Dear my Brothers & Sisters (besides Moslems), Islam gak se-keras yang terlihat di media kok, bener deh! Islam itu Damai, Adem, Toleran (kecuali kalau Aqidah kami sudah diusik secara tidak benar). Islam yang sebenarnya itu ya Nabi Muhammad Saw., bukan Habib Rizieq (FPI) yang tampak anarkis di Media Massa, dan bukan juga Aki-aki  yang ada di Spanduk diatas itu tadi" -__-' zzzz

Ini contoh berdakwah dengan cerdas dan santun yang saya maksud. Isinya sama kayak spanduk diatas tadi, caranya aja yang beda. Lebih cerdas dan elegans menurut saya. 

cek >> Komik Om Haji Jayus

Ini pas banget nih, Sumpah! Waktu lagi nulis ini di playlist lagunya Marcel - Peri Cintaku. Marcel ganteng yaa sungguhhh~~ *intermezzo *out of topic *sorry :D


Bagi saya "menjaga Silaturrahim " itu lebih penting daripada "mengharamkan ucapan selamat Natal". Menjaga tali kasih antar sesama Umat Manusia (umat manusia loh yaa, bukan cuma umat Islam) itu tdk mudah, jd jangan mau dipecah belah! Here is the point: 
"We're just a big Human FAMILY who live on the same Earth!


If u don't mind to read my related post about "Kalau Tuhan Cuma Satu kenapa Kita Bereda-beda?" 
Thanks for reading, dear Readers!
*HUGS*

Selasa, 03 Desember 2013

Dear Bapak..

I've told you about Edufair on my previous post, which is Pak Anies got involved on it. Saya mau cerita gimana RASAnya waktu itu ketemu Pak Anies secara langsung: bukan lewat TV, youtube, atau twitter.. Langsung mennn.. LANGSUNG! *super excited* :))

Mulai kagum sama Pak Anies smenjak tau kalau Indonesia Mengajar itu adalah gagasan beliau. Awalnya sederhana aja sih kenapa saya kagum; karena beliau itu muda, cerdas dan perduli. Sekarang begitu tau, liat sendiri, denger sendiri, secara langsung... Kagumnya jadi ga se-sederhana awal, kagumnya lebih "kompleks"! hahaha.

Dari kekaguman yang sederhana itu yang bikin saya semangat untuk mengundang pak Anies datang ke Sekolah, untuk berbagi dengan Siswa-siswi sebagai sosok Akademisi. Seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya, tema event edufair tahun ini adalah tentang berbagai macam karier dari segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Harapannya anak-anak punya paradigma baru tentang berbagai profesi. Singkat cerita, akhirnya Pak Anies bisa hadir dan berbagi di Sekolah, walaupun akhirnya beliau berbagi bukan untuk siswa/i, tapi untuk Bpk/Ibu Guru.

At the first sight, waktu saya jemput beliau di Lobby Sekolah, i saw a Man... Gagah, Adem, Ajeg, Tenang, Sederhana, dan... Rendah Hati :)


Materi yang beliau kasih kurang lebihnya adalah tentang "Sumber Daya Manusia Indonesia yang harus segera di upgrade. Indonesia bukan cuma kaya akan Sumber Daya Alamnya, tapi juga berlimpah akan Manusia-manusia yang apabila diperhatikan, diperdulikan, dikembangkan secara tepat dan proporsional akan memajukan Negara (bahkan) Muka Bumi ini dengan lebih maksimal". Materinya full of data nyata, dan pengalaman yang memperkaya pengetahuan dan wawasan Guru-guru. Tapi emang beliau ini orang pinter sih yaaa... Sbenernya ga usah ngomong, diemmm aja gitu senyum di podium, kayaknya kita udah cukup terinspirasi. Hahaha agak lebay sih.. Tp itu yg saya rasain kok. Ga bercanda, Actions speaks louder than words!

The Leaders at the front row
Bapak & Ibu Guru


Teman-teman guru sempat berkaca-kaca, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata waktu beliau cerita tentang kesediaan para "pengajar muda yang cerdasnya diatas rata-rata" untuk berjuang dan berkoban blusu'an  ke pedalaman antah berantah. Itu bikin kita ngerasa ga ada apa-apanya bangeeet.. Astaghfirullah. :________(

Sekarang kalau saya ditanya "Mau ngga punya Pemimpin kayak Pak Anies?",


YA MAU LAH...!
Karya-karyanya udah jelas bgt keliatan kalau beliau itu perduli sama kita, sama Bangsa ini. InsyaAllah, klo diliat jejaknya sejauh ini, kecerdasannya beliau dipakai secara Amanah. Tapi sekaligus khawatir juga sih klo beliau jadi Presiden. Khawatir, soalnya di"atas" sana anginnya kencang, kotor, banyak tikus jahat rakus egois. Ada sih manusia, tapi sedikit... dan yang sedikit itu bisa jadi "larut", atau bahkan "ke-lempar" keluar. Cara-cara kelemparnya juga macem-macem seremnya, ada yang diracun, diculik, dibuang sampai akhirnya "hilang". Ga relaaa, ga sanggup klo ngebayangin Bangsa ini harus kehilangan sosok kayak Bapaak :___(
Tp Bismillah.. May Allah always be with Him, Guide Him, Protect Him.

Bapak & Ibu Anies Rasyid Baswedan
"Dear Bapak...
It was really an Honour to have met u and Ibu, to shaked ur hand, to heard u, to saw u, and to talked to u directly. 
Kalau nanti bapak jadi memimpin Bangsa ini..
hati-hati yaa, 
sehat-sehat yaa, 
tolong bawa kami ke Indonesia yang lebih Damai dan Bahagia." 
Aamiin  :' )

"Bapaknya Guru"

Minggu, 01 Desember 2013

"Your Career, Your Happiness"

designed by: Mr. YudhaLu 
Alhamdulillah it's a wrap!
Setelah kurang lebih 4 bulan persiapan, Edufair'13 terlaksana dengan lancar dan sakseiss.

Edufair ini adalah acara tahunannya SMA Islam Al-Azhar BSD yang diprakarsai oleh guru untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa/i yang dikemas secara berbeda, selain ada penjelasan dari perwakilan beberapa Perguruan Tinggi (Negeri & Swasta), ada juga penjelasan atau sharing pengalaman dari beberapa profesional yang inspiratif. 

Tahun 2013 ini Tema Edufair kali ini adalah "Your Career, Your Happiness". Tujuannya secara khusus untuk membuka paradigma baru kepada anak-anak tentang berbagai profesi unmainstream, yang diwakili oleh beberapa profesional yang kita undang sebagai narasumber, yaitu:
Dwiki Dharmawan sebagai Musisi
Chef Marinka sebagai Koki
Khanaan Shamlan sebagai Designer
daaan~~ Rene Suhardono yang berperan sebagai "pawang"nya :p
Sebenernya ada satu lagi narasumber tapi beliau tugasnya kali ini untuk menginspirasi para guru, yaitu Pak Anies Baswedan, Ph.D.

Kita sebut unmaisntream karena dari pengalaman yang sudah-sudah biasanya anak-anak milih jurusan sperti misalnya Dokter, Diplomat, Pengacara, Insinyur, Akuntan. Itu bukan profesi yang salah, apalagi jelek, cuma menurut sayaa~~ bosen ajaaa, dokter lagi, akuntan lagi, insinyur lagi -____-' dan yang lebih kacau lagi ada beberapa anak yang ga perduli jurusannya apa, yang penting masuk Perguruan Tinggi Negeri. *gubrakk*

Acara dimulai dari sekitar jam 8 yang dibuka dengan pemaparan dari bbrp perguruan tinggi swasta. Sesi sharing dengan para profesional baru dimulai jam 9, dipandu oleh Ankatama, si "Kakak Kelas terkece abad ini".
Ankatama, Alumni AlBesd 2007.

Anka ini juga sosok yang patut dicontoh untuk urusan karier. Menurut ceritanya, Anka udah tau mau jadi apa semenjak kecil. Jadi dia itu konsisten mulai dari ngambil jurusan kuliah sampai profesinya dia sekarang ini. Dan keliatan banget kok, orang yang bner2 mencintai pekerjaannya itu pasti KEREN. Saya nggak tau klo bukan Anka yang jadi moderator apakah acaranya bakal se-kondusif, se-seru, se-hidup kemarin atau nggak. yang jelas, I thank you so much dear Anka, u did great! Really!
Liat aja nih kondusifnya anak-anak pas acara kemarin...

Albesd troops 2014 & 2015

Our beloved Speakers: Khanaan Shamlan, Dwiki Dharmawan, Chef Marinka
Setelah sharing, our legend Dwiki Dharmawan yang dateng didampingi soulmate -nya, beraksi di atas panggung. It was  AWESOME! Thank you so much Bapak & Ibu Dwiki Dharmawan...


Klo yang satu ini emang luar biasa sih, he is worth to wait banget. Sempet dagdigdug parah, ampir2 gajadi dateng karena terjebak buas-nya kemacetan ibukota. Tapi Alhamdulillah he made it! Klimaksnya dapet, dgn gayanya mas Rene yang casual, muda bgt, anak-anak happy dan yang paling penting sharingnya mas Rene itu kelihatan NAMPOL banget buat anak-anak. Semua pemaparan narasumber disimpulkan sama mas Rene, kurang lebih intinya anak-anak gak perlu khawatir ttg kegalauan mengambil keputusan masa depan, itu sangat wajar dan pertanda baik klo insting mereka masih normal. Karena dengan kegalauan itu mereka jadi ga sembarangan menentukan masadepan, dan mau berusaha mencari dari dalam/luar diri apa yang paling mereka inginkan dalam hidup; apa minat mereka, apa potensi mereka, dan mereka mau menghasilkan karya apa di dlm hidup mereka.
Thank u mas Rene... We love u!
mas Rene Suhardono in Action

Anka: "Ajaib beneer ini orang... dulu ibunya ngidam aaapa yaaa?" :))

Duo Ibu BK n Dinda foto sama The Sweetest Chef, Marinka
Khanaan Shamlan
Alhamdulillah.. Semoga event yang udah terlaksana, transfer ilmu/pengetahuan dari seluruh narasumber jadi manfaat buat semua yang terlibat dalam event ini. Terimakasih Bpk & Ibu Dwiki Dharmawan, Chef Marinka, Mas Rene Suhardono, Mbak Khanaan Shamlan, dan Semua pihak yang ikut mendukung acara ini, terutama Bpk Ibu Panitia. It was really an honour to work with all of you, maaf klo selama kerjasama saya banyak kekurangan, kesotoyan, ketidak sopanan. hehe.. Thank you so much guuuys!

The Team





Yang paling spesial buat saya dari Edufair'13 ini adalah bisa ketemu langsung sama orang-orang hebat dan inspiratif spt Mas Rene dan Pak Anies. Mereka orang-orang hebat yang jadi inspirasi buat saya.

Dapet kartu nama dari beliau-beliau langsung itu SESUATU! :))
Mas Rene, u RAAAAWKK!
Hope to see you again very soon.. U R my inspirator, my teacher, my mentor!

*roaaaaar~~!! :))
Nanti klo ketemu lagi aku mau minta tandatangan pokonya yaaa :D



And... I met pak Anies secara langsung, bukan dari TV!! *tepok2 pipi takut mimpi* hehehee,

Anies Baswedan, Ph.D

Nggak bisa diceritain disini krn bakal panjang bgt ceritanya. Intinya Beliau itu baik luar biasa, pinter, karismatik, humble, senyum muluuuk...
Pokonya i'll tell u on my up coming post :D

Thanks for reading, peeps!
*HUGS*


Kamis, 15 Agustus 2013

TIMA (Traditional Indonesian Martial Arts)

I oftenly post a picture about TIMA on my instagram, were u aware?
Then in this post i would like to share my experience about having TIMA in my life...


TIMA is a club of healthy body, mind, soul, Universal Meditation, and Unlimited Self-Defense. I met this club when i was on high school. TIMA sendiri berdiri pada tahun 2000, tanggal 10 Agustus. So it was our 13th anniversary a few days ago.

Here r some testimonials from us:

"TIMA itu udah seperti keluarga buat aku. Tempat dimana bisa bercanda, tawa sekaligus berbagi kesengsaraan dan kepedihan serta luka bersama-sama.."
Adil Amran

"TIMA adalah tempat dimana saya menuntut ilmu pencak silat dan beladiri dan meditasi, disitu juga wadah positif bagi saya. TIMA itu sebagai keluarga buat saya, posisinya memenuhi 1/2 hati saya, sebagai prioritas nomor 1 sejajar dengan keluarga, mama papa. TIMA itu adalah tempat dimana saya sharing dikala susah dan senang dan TIMA juga bisa menyupport saya ketika saya ada disaat yang sangat terpuruk"
"Abay yang ganteng lucu dan super imut" << he says

"Cowo jagoan itu bukan cowo yang sukanya berantem ga jelas, memperlihatkan kekuatannya dsb. Tapi orang yg bisa survive dalam kehidupannya. Belajar TIMA bukan belajar jadi jagoan yang sukanya berantem, tapi di TIMA malahan membuat kita bisa kontrol emosi dan menyelesaikan dengan kepala dingin. TIMA itu keluarga, banyak mengajarkan berbagai pelajaran kehidupan yang ga bakal didapet di tempat beladiri manapun. TIMA will always be a part of my life."
Rizkyka Perdana

"Hmm TIMA ya.. Second family sih.. krn bebas sharing, no judging, n yang bandel2 kapok sendiri cukup pake porsi latian."
Angger Pradigdo
"TIMA memiliki banyak arti untuk saya. Tidak hanya sarana olahraga dan latihan beladiri semata, tapi juga sebuah keluarga. Keluarga yang tidak hanya mengajarkan latian fisik dan mental, namun juga pelajaran hidup yang dapat membentuk karakter kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Selama apapun saya pergi dan vakum latihan, TIMA sebagai keluarga selalu menerima saya kembali. LONGLIVE TIMA!"
Muhammad Hanif
 "TIMA is a part of my life. Awal ikut latian cuma skedar latihan biar jd kuat, tp seiring dengan berjalannya waktu TIMA mengajarkan sy bagaimana hrsnya bersikap. Awalnya saya adalah orang yang cuek terhadap keluarga dan kasar terhadap adik, tapi setelah sekian lama latihan TIMA saya jd lebih sayang thd keluarga krn mencontoh pola yang diterapkan dalam TIMA, yaitu bahwa 'semua anggota TIMA adl keluarga' . Dan selain menjaga kondisi fisik menjadi tidak pernah sakit, dengan latihan TIMA saya jg menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih sabar, tidak mudah menyerah, dan menyelesaikan masalah kehidupan dengan pikiran yang positif."
Raymundus Hendra Setiyawan a.k.a Hendrih "BlackSweetSoySauce"

I was there thirteen years ago, when Adhika -my universe brother since kindergarten- put all of his dreams, his hope, and even his life to build TIMA. TIMA was the 1st place I came to after I had this accident that granted me one medical surgery on my right foot. It was early 2000 Earth school lesson learn session at TIMA that opened my eyes not to ignore but to feel pain not as pain, simply but as options' consequences. In nowadays-so-called-global-life, TIMA stays going back to the roots when others choose to leave. Those are memories I won't forget, realizing Thank You will never be enough, until the day I stop to breath..
David Tandayu

"TIMA adalah wadah bagi anak muda untuk mnyalurkan energi ke arah yang positif dan membangun... Mencoba mengajarkan aplikasi nilai-nilai silat ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat untuk menghadapi berbagai masalah dalam bidang-bidang kehidupan. Lebih mengutamakan aplikasi nilai-nilai falsafah silat dibandingkan peragaan jurus-jurus dan hal ini lebih dibutuhkan dlm kehidupan jaman sekarang. TIMA buat aku adl tempat yg menyenangkan dimana orang-orang yang sebelumnya tidak kenal disatukan lewat nilai-nilai kekeluargaan sehingga disadari atau tidak TIMA sudah menjadi keluarga."
terbang2 itu urusannya >> Fraditya Bayu Anggara a.k.a Frodo


Kurang lebihnya begitulah komentar-komentar yang datangnya dari Hati keluarga TIMA.
Bagi saya pribadi, TIMA itu tentunya merupakan wadah positif buat muda-mudi mengolah fisik, mental dan hati nurani. Bukan cuma sekedar tempat latihan bela diri, TIMA ini salah satu role model keluarga ideal banget. Terutama our Master, he is such an ideal figure of a son, a brother, a father, and a husband.

MasKa, Agasha, MbaRyva, Aisha, Alicia

Menurut saya, dalam gejolak emosinya Remaja membutuhkan wadah di luar keluarga inti (entah teman, saudara, atau komunitas semacam ini) untuk sekedar sharing dan tambahan referensi dalam mengambil keputusan dan menyikapi hal-hal dalam hidup. Saya sendiri ketemu TIMA pas lagi bergejolak2nya masa remaja, jd Alhamdulillah "when i'm down, and my family couldn't catch me properly, i've got TIMA on my back!". Bioligically, i have one mother, father and 3 siblings. But in TIMA automatically i got another parents, brothers n sisters. TIMA Family complete me, and keep me balanced.

And i can't thank this lady and monsieur enough, without them TIMA wudn't be exist.

Sir n Madam Iman Wijaya

our Family pictures :)
Birthday Banner for TIMA's 12th anniversary

bunch of TIMA Family

Our kinda set

TIMA Performance

Anyway... tiba-tiba saya kpikiran quote:


"Martial Art is some kind of an art

Dari pada art jogetjoget buka aurat
mendingan art yang bermanfaat
yaitu Pencak Silat!" 

-Jeniffer from TIMA-

nyeheheheheheh....



TIMA
Since August 10th, 2000






Contact TIMA:
Jl. Ismaya no. 56, Limo, Depok
West Java - 16514
+6221 754 8820
+62818 862 920








HAPPY 13th ANNIVERSARY dear Family.







Love,

Nden
Ada kesalahan di dalam gadget ini