PAGES

Kamis, 15 Agustus 2013

TIMA (Traditional Indonesian Martial Arts)

I oftenly post a picture about TIMA on my instagram, were u aware?
Then in this post i would like to share my experience about having TIMA in my life...


TIMA is a club of healthy body, mind, soul, Universal Meditation, and Unlimited Self-Defense. I met this club when i was on high school. TIMA sendiri berdiri pada tahun 2000, tanggal 10 Agustus. So it was our 13th anniversary a few days ago.

Here r some testimonials from us:

"TIMA itu udah seperti keluarga buat aku. Tempat dimana bisa bercanda, tawa sekaligus berbagi kesengsaraan dan kepedihan serta luka bersama-sama.."
Adil Amran

"TIMA adalah tempat dimana saya menuntut ilmu pencak silat dan beladiri dan meditasi, disitu juga wadah positif bagi saya. TIMA itu sebagai keluarga buat saya, posisinya memenuhi 1/2 hati saya, sebagai prioritas nomor 1 sejajar dengan keluarga, mama papa. TIMA itu adalah tempat dimana saya sharing dikala susah dan senang dan TIMA juga bisa menyupport saya ketika saya ada disaat yang sangat terpuruk"
"Abay yang ganteng lucu dan super imut" << he says

"Cowo jagoan itu bukan cowo yang sukanya berantem ga jelas, memperlihatkan kekuatannya dsb. Tapi orang yg bisa survive dalam kehidupannya. Belajar TIMA bukan belajar jadi jagoan yang sukanya berantem, tapi di TIMA malahan membuat kita bisa kontrol emosi dan menyelesaikan dengan kepala dingin. TIMA itu keluarga, banyak mengajarkan berbagai pelajaran kehidupan yang ga bakal didapet di tempat beladiri manapun. TIMA will always be a part of my life."
Rizkyka Perdana

"Hmm TIMA ya.. Second family sih.. krn bebas sharing, no judging, n yang bandel2 kapok sendiri cukup pake porsi latian."
Angger Pradigdo
"TIMA memiliki banyak arti untuk saya. Tidak hanya sarana olahraga dan latihan beladiri semata, tapi juga sebuah keluarga. Keluarga yang tidak hanya mengajarkan latian fisik dan mental, namun juga pelajaran hidup yang dapat membentuk karakter kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Selama apapun saya pergi dan vakum latihan, TIMA sebagai keluarga selalu menerima saya kembali. LONGLIVE TIMA!"
Muhammad Hanif
 "TIMA is a part of my life. Awal ikut latian cuma skedar latihan biar jd kuat, tp seiring dengan berjalannya waktu TIMA mengajarkan sy bagaimana hrsnya bersikap. Awalnya saya adalah orang yang cuek terhadap keluarga dan kasar terhadap adik, tapi setelah sekian lama latihan TIMA saya jd lebih sayang thd keluarga krn mencontoh pola yang diterapkan dalam TIMA, yaitu bahwa 'semua anggota TIMA adl keluarga' . Dan selain menjaga kondisi fisik menjadi tidak pernah sakit, dengan latihan TIMA saya jg menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih sabar, tidak mudah menyerah, dan menyelesaikan masalah kehidupan dengan pikiran yang positif."
Raymundus Hendra Setiyawan a.k.a Hendrih "BlackSweetSoySauce"

I was there thirteen years ago, when Adhika -my universe brother since kindergarten- put all of his dreams, his hope, and even his life to build TIMA. TIMA was the 1st place I came to after I had this accident that granted me one medical surgery on my right foot. It was early 2000 Earth school lesson learn session at TIMA that opened my eyes not to ignore but to feel pain not as pain, simply but as options' consequences. In nowadays-so-called-global-life, TIMA stays going back to the roots when others choose to leave. Those are memories I won't forget, realizing Thank You will never be enough, until the day I stop to breath..
David Tandayu

"TIMA adalah wadah bagi anak muda untuk mnyalurkan energi ke arah yang positif dan membangun... Mencoba mengajarkan aplikasi nilai-nilai silat ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat untuk menghadapi berbagai masalah dalam bidang-bidang kehidupan. Lebih mengutamakan aplikasi nilai-nilai falsafah silat dibandingkan peragaan jurus-jurus dan hal ini lebih dibutuhkan dlm kehidupan jaman sekarang. TIMA buat aku adl tempat yg menyenangkan dimana orang-orang yang sebelumnya tidak kenal disatukan lewat nilai-nilai kekeluargaan sehingga disadari atau tidak TIMA sudah menjadi keluarga."
terbang2 itu urusannya >> Fraditya Bayu Anggara a.k.a Frodo


Kurang lebihnya begitulah komentar-komentar yang datangnya dari Hati keluarga TIMA.
Bagi saya pribadi, TIMA itu tentunya merupakan wadah positif buat muda-mudi mengolah fisik, mental dan hati nurani. Bukan cuma sekedar tempat latihan bela diri, TIMA ini salah satu role model keluarga ideal banget. Terutama our Master, he is such an ideal figure of a son, a brother, a father, and a husband.

MasKa, Agasha, MbaRyva, Aisha, Alicia

Menurut saya, dalam gejolak emosinya Remaja membutuhkan wadah di luar keluarga inti (entah teman, saudara, atau komunitas semacam ini) untuk sekedar sharing dan tambahan referensi dalam mengambil keputusan dan menyikapi hal-hal dalam hidup. Saya sendiri ketemu TIMA pas lagi bergejolak2nya masa remaja, jd Alhamdulillah "when i'm down, and my family couldn't catch me properly, i've got TIMA on my back!". Bioligically, i have one mother, father and 3 siblings. But in TIMA automatically i got another parents, brothers n sisters. TIMA Family complete me, and keep me balanced.

And i can't thank this lady and monsieur enough, without them TIMA wudn't be exist.

Sir n Madam Iman Wijaya

our Family pictures :)
Birthday Banner for TIMA's 12th anniversary

bunch of TIMA Family

Our kinda set

TIMA Performance

Anyway... tiba-tiba saya kpikiran quote:


"Martial Art is some kind of an art

Dari pada art jogetjoget buka aurat
mendingan art yang bermanfaat
yaitu Pencak Silat!" 

-Jeniffer from TIMA-

nyeheheheheheh....



TIMA
Since August 10th, 2000






Contact TIMA:
Jl. Ismaya no. 56, Limo, Depok
West Java - 16514
+6221 754 8820
+62818 862 920








HAPPY 13th ANNIVERSARY dear Family.







Love,

Nden

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini