PAGES

Rabu, 19 Juni 2013

She's a Magical Diamond

Ahhh how i love my daily life as a guru BK, though it's tiring when u met a "murid bandel", but it won't be any excitement if there's none of that kind of student. hehe. Aaand of course i'm not gonna let u think that "Guru BK/school councelor is only handle a murid bandel (troubled student)", theoritically there r 3 functions of a guru BK:
1. preventive function,
2. curative function,
3. constructive function.

Nahh yang mau saya share kali adalah tentang fungsi konstruktif untuk anak yg bersangkutan, dan fungsi kuratif dan preventif untuk anak-anak lain yang ngga seperti dia.

This girl, named "Magical Jewel",

"Damba Permatasakti"

17 yo girl, smart, beautiful and the most important thing is she has already a settle future plan (it's such a rare at her age). I meet kids at her age usually still "galau" about what will they're gonna be in the future. Waktu Damba penjurusan, nilainya cukup untuk dia masuk kelas IPA, but she didn't choose that. Alasannya karena dia ga minat di IPA dan dia udah punya rencana pengen jd desainer grafis nantinya. Such a firm decision!

Pertama kali ketemu Damba itu waktu lg bertugas jd panitia utk acara HUT Sekolah. Saya bertugas mendampingi dia utk bikin desain materi Publikasinya (she's good at photoshop). Pertemuan kedua itu waktu saya bertugas ngawas UAS di kelasnya dia. And u know what, at that time she only took 20 mins to finished the exam. hahha. Gile juge ni anak! *dalem hati*
Makin lama, makin kenal, makin tau ini anak FIX keren! Damba ini anak satu-satunya, lahir dari mama-papa yang mapan dan supersibuk. Yang udah-udah nih yaa, bbrp kasus yang saya temui klo mama-papanya supersibuk berkarier di luar rumah, biasanya anak-nya bermasalah mulai dari tingkat "agak" sampai "parah". Itu karena they give less-emotional attention and give over-facility (kurang perhatian alias ga pernah ngobrol, dan cuma sempet ngasi duit aja). But, those traits doesn't fits to this girl; ibu-bapak supersibuk, duit dan fasilitas lancar-luarbiasa, tapi anaknya tetep undercontrol dan bahkan prestasinya above-average . So i eager to know her mom and the way she treats Damba until she becomes this such a cool girl.

We were set the meeting at PIM after office hour.
No wonder Damba is such a nice girl, she was born from a very nice and a cool lady indeed. woohoo~ it's such an honour for me to meet her! *thanks mama iloveyou!*
Pertama ketemu langsung cair, si mama orangnya asik bgt, jd ga pake ba-bi-bu langsung bahas ttg prodaknya yang keren yang namanya "Damba Permatasakti" ini. Langsung dengan lancar Mama Damba cerita dari ketika awal abis nikah sm Papa Damba.

Mama Damba ini berkarier sebagai dosen sekaligus Wakil Rektor di Universitas Swasta terkemuka di Jakarta Selatan. Memulai kariernya dari sebelum punya Damba sebagai dosen. Damba, anak semata wayang, yang diperolehnya setelah 4 tahun pernikahan. Si mama menikah umur 29 tahun, dan baru lahir damba pas mama umur 33. Setelah nunggu 4 tahun lamanya, Mama sama Papa Damba bukannya malah manjain dengan ngasih segala yang Damba mau, tapi memberikan segala yg dibutuhkan Damba lengkap dengan alasannya. Semuanya yang dikasih/dilarang/disuruh dipaparkan dulu alasannya dengan jelas sm Mama, even when Damba still in her tummy. Mama said "Saya selalu ajak ngobrol Damba sejak dr dlm perut, saya udah panggil dia Damba wkt itu, mau cewe/cowo pokoknya namanya Damba".

Mama rajin banget ngajak ngobrol Damba sejak hamil, sampai udah lahir suatu hari waktu Damba masih umur skitar 2-3 tahun, mereka jalan-jalan ke toko mainan, Damba minta dibeliin barbie yang pada saat itu harganya tergolong mahal. *klo saya mah mikirnya: yaampun punya anak cewe 1, cantik, susah juga dapetnya yaudadeh beliin aja, toh duit gw banyak* Itu klo saya yang jadi ibunya,
Tapi Mama Damba ngga begitu. Waktu Damba minta beliin barbie itu, mama langsung bilang sama little Damba (yang ngomongnya aja masi blepotan), mama menjelaskan klo mama punya uang, tapi bukan untuk beliin Damba barbie itu. Mama bilang, "Damba masih terlalu kecil, belum ngerti ngerawat barang. Barbie ini harganya ngga murah, kalau nanti rusak kan sayang. Jadi nanti yaa dibeliinnya klo Damba sudah agak besar yaaa.". Well, here's the point.. This mom was treat little Damba as a completely human since she's still a baby. She described the reason why wouldn't she bought her that barbie, clearly as if she was an adult, doesn't matter if she understand or not.

Another story brought me to the time when little Damba entering the primary school. Mama ini karena memang dasarnya pendidik juga, jadi beliau paham klo masa kecil itu masanya bermain, jadi Mama ngga pernah makasain Damba waktu TK itu belajar baca/nulis/berhitung. Nahh, pas masuk SD tmen2 sekelasnya semua udah bisa baca, cuma Damba yang belum bisa. Dasar anak-anak yaa, mulutnya kan suka jail, jadi aja si Damba diceng-cengin gara-gara blm bisa baca. Pulang lah Damba dengan bercucuran air mata, dan gamau sekolah lagi *pukpukpuk*. Saat itu mama sudah menjabat sbg Kepala Jurusan di Fakultas yang pasti tugasnya ga sedikit alias sibuk bgt. Tapiiiii~ *perhatikan ini penting bgt* beliau konsekuen dengan keputusannya untuk berkarier di luar rumah, kesibukkannya sbg KaJur ngga membuat Mama "mengendurkan" tugas sebagai Ibunya Damba yang masi kelas 1 SD. Sewaktu Damba mogok sekolah karena malu blm bisa baca, mama memutuskan untuk terus mendukung Damba secara mental dengan mengantar Damba ke Sekolah, full time! Jadi, kerjaannya sebagai KaJur itu dibawanya ke Sekolah Damba. Mama kerja dari sekolah Damba tanpa terputus koordinasi dengan kantornya. Jadi Damba tetep bisa ngeliat mama ada di dket dia, dan kerjaan kantorpun tetep ter-handle. *repot gak sih menurut L?* Itu repot bgt loh.. Tapi ya itulah judulnya KONSEKUENSI!

Ini yang saya maksud, silahkan para wanita berkarier dengan bijak dan tanggung jawab. Mama keren ini modalnya adalah "mau repot", so she can fulfilled all of her responsibility: as a mother, as a wife, as a career woman.

Iniii dianya supercool Mom and Daughter!
(with mbajel of course -__-')



This magical diamond gets by effort. Anak gadis pinter begini bukan semerta-merta "gift" dr Allah. Ada usaha dari orang tuanya untuk memiliki Anak yang (sejauh ini) tumbuh dengan sukses. Mulai dari dasar pemikiran, rencana dan konsep pola asuh yang matang. Kalo saya perhatikan, selain sudah memiliki konsep dan pemikiran yang matang, mama-papa Damba ini juga sudah matang secara usia ketika melahirkan Damba. Well-prepared lah pokoknya!

Semoga sharingnya bermanfaat yaa buat para ortu dan calon ortu.. Smg bisa menghasilkan manusia-manusia dewasa yang berguna, bukan cuma manusia yang mempersempit dunia!


Keluarga Super


Much looove,
mbaJEL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini