PAGES

Selasa, 26 Maret 2013

Divorces

Salah satu artis yang barubaru ini Cerai sama pasangannya nulis gini "Divorce isn't such a tragedy. A tragedy is staying in an unhappy marriage, teaching your children the wrong things about love" 

What do you think? 

IMO: better you dont speak, dude! I have no excuse for that such a thing. If i may describe what's on my mind and my heart about this divorce thing, it will be like him.....



HULK

Okay, im not gonna judge anyone.. i only wanna ask some questions for those who choose divorces as the solution:
1. What do you think marriage is?
2. Does divorce is the best way to make you live happier?
3. Do you know that your decision may bring bad impact for somebody else's life? (especially if u already have a children)

Dari TKP saya melaporkan bahwa di lapangan ada macam-macam anak dari berbagai latar belakang. Untuk anak-anak yang unfortunately have a divorced parents, yang udah pasti terganggu adalah kondisi emosinya. Mennn, remaja yang ga pake bermasalah di rumah aja emosinya udah fluktuatif bgt, gimana yang di rumahnya pake ada masalah? Fluktuasi emosinya pasti lebih dahsyat dong ya.. Ketahanan emosi yang berbeda, tabiat, karakter yang beda-beda jadi pasti cara mereka menanggapi masalah yang ada di dpan matanya dia juga pasti beda.


Ada anak yg aman stays on the track, kalem, nurut klo dibilangin, mungkin agak lebih sensitif gampang nangis alias cengeng, ada juga yang lebih ke rebelious, tambeng, susah dibilanginnya, ga cukup pake suara pelan. Tapi, setiap anak pada dasarnya fitrah-nya sama, mreka semua baik, tergantung gimana orang tuanya menyiapkan mereka. Tergantung mereka terbiasa mendengar apa saja, dan dicontohkan hal-hal apa saja oleh ortunya. Merupakan tugasnya ortu untuk menjaga  anak-anaknya tetap dalam kondisi “fitrah”, dan menjadikan anak-anaknya pribadi bijak yang pandai mengambil keputusan. Contohkan mereka tentang apa yang namanya tanggung jawab dan konsekuensi.

… then my another question to be answered is
4. Does the divorces is a good example to teach the children about "responsibility" and "concequence"?

Dear parents or parents-tobe, please re-consider your decision about everything. Apalagi klo keputusan itu sekiranya bakal menimbulkan dampak untuk orang lain. Keputusan tentang apapun, pikir yang panjang yaa.. Saya mual bgt klo dnger orang-orang bercerai itu alasannya:
“Sudah tidak ada lagi kecocokan”, “Ternyata kita ga sepaham”, “Kita punya tujuan yang berbeda”.
Menn, gue tanya yee, dulu proses penjajakannya gmn..?
Ketemu di jalan langsung nikah?
Apa ta’arufan cuma 3 hari dan ga jelas nasab-nya?
Trus klo misalnya udah pacaran lama, pertanyaannya beda lagi..
Lo ngapain aja pas pacaraaan kok baru ngeluh sekarang? 
-____-‘





Marriage is about to make a happy colony who could spread the happiness on earth.. U gotta set the condition to make each family member feels happy. It’s all about how u set the understanding about what happiness really means dan jadilah tauladan bagi anak-anakmu, baik secara perbuatan dan perkataan.

Thanks readers.
cmiiw
:)

1 komentar:

  1. kalau menikah karena mikirin untuk diri sendiri pasti saat perceraian akan keluar kata2 yang bikin km mual deh
    “Sudah tidak ada lagi kecocokan”, “Ternyata kita ga sepaham”, “Kita punya tujuan yang berbeda”
    simple tapi berat ngejalaninnya..

    lebih sulit mempertahankan daripada mendapatkan..
    mendapatkan itu targetnya keliatan kalau mempertahankan gak kliatan toh..

    coba aja.. uda punya calonnya bloom???

    BalasHapus

Ada kesalahan di dalam gadget ini