PAGES

Selasa, 08 Juli 2014

Saya Pilih no. 5!

Gembar-gembor "Prestasi dan Aib" para Capres-Cawapres menghangatkan timeline media sosial pada minggu tenang sebelum Pesta Demokrasi ini. Seru banget, berbagai macam kreatifitas ditampilkan untuk mengusung para jagoan yang diyakini dan menjatuhkan lawannya. Ntah apa emang Pemilu kali ini lebih seru, apa saya aja yang baru ngeh..? Tapi asli sih, kali ini bingungnya sampe mual, bingung mau selfie 1 jari apa 2 jari. Huehuehue...

"Jd gimana, stelah liat orasinya lu makin mantep dukung dia jd presiden apa ngga?"  ini pertanyaan teman saya yang waktu itu ikut dateng ke rEVOLusi salah satu event Turun Tangan. "Hmm.. Gue sih judulnya mau Turun Tangan bukan masalah mau dukung Pak Anies jd presiden apa ngga, tapi lebih ke mau ikutan berkarya kayak beliau aja. Gue mau berkontribusi untuk Indonesia dari hal-hal kecil, dari lingkungan terdekat."

Jadi kalo hasil konvensi demokrat yang ternyata Pak Anies ga berhasil lolos jadi capres dari Demokrat ya saya biasa aja, dan tetep mau turun tangan juga buat Indonesia.

Siapapun Presiden Indonesia, saya mau selfie 5 jari aja dulu :D


Kurang selfie gmn coba? 


Kenapa lima? 

Soalnyaaa....
Pancasila ada 5


Rukun Islam jelas 5

Turun Tangan juga 5

Jadi, siapapun Presidennya, jangan lupa kalo kita ini Sodara Satu Bangsa, dan jangan lupa juga kalo lagi Puasa...
hehehe.

#SalamLimaJari




Jumat, 14 Maret 2014

#IndonesiaUnite

Beberapa hari ini gue merhatiin berita di TV, sumpah pengen gue jual  aja ni tv di rumah!
Yang berita pasangan remaja bunuh mantan pacar,
yg ibu bunuh anak sendiri,
gunung2 api di pulau jawa lg pd bergejolak,
tjd lg semburan lumpur kayak di sidoarjo,
kabut asap di riau, etc...
Ya Allah.. Gunanya apa berita2 macem begitu? :___(

Ntah apa lah tujuannya si media2 ini. Yang jelas mreka udh sukses bikin PR gue tambah berat.  Media skrg ini jelas berkontribusi bikin beberapa anak2 murid gue ilfil dan pesimis sama Negaranya. Ketika gue tanya mereka "Sendainya kalian dpt kesempatan kuliah dan berkarier di luar negeri, akankah kalian kembali lagi dan berkarya di Indonesia?", mereka dgn lantang menjawab, "Ya stay disana lah bu, ngapain di indonesia kusut begini, mendingan saya tinggal disana.. Makmur!"

Hmm oke, apa karena usia mereka terlalu muda utk punya tujuan mulia? Yg jelas mereka blm punya inisiatif utk memberi/menyumbang sesuatu utk tanah airnya, penyebabnya karena mungkin blm ada yg berhasil memberikan arahan hidup untuk ber-KARYA, jd mreka pikir hidup hanya utk kaya -__-'

Come ooon! Everything happens for a reasons. Kita lahir di bumi Indonesia jg there must be some reasons. Kita yg dilahirin disini bukan cuma utk numpang lahir, numpang hidup... Tp utk berkontribusi utk Negara ini, untuk mjd berguna mulai dari ring 1 (lingkungan terdekat). Klo kita liat Negara ini ga ada indah2nya, itu salah. Klo kita ilfil, pesimis, bahkan sampe benci sama Indonesia... Kita salah! Indonesia ini luar biasa indah, kaya, potensial. Mungkin yang patut kita benci dan kita geluti itu orang2nya. Orang2 childish dan EGOIS yg bisanya cuma memperkaya dirinya sendiri, tanpa memikirkan kesejahteraan mahluk lain.

Bisa bayangin gak...? Tanpa berita2 suram di TV aja udah sangat sulit bagi kami para guru utk menggeser orientasi masa depan mereka utk jd lebih kontributif buat tanah air ini. Ditambah lagi berita2 di media mcm skrg ini.. Apa fungsinya???
"Kami butuh lebih dari sekedar informasi, kami butuh motivasi..! "

Dear ibu2, anak2 dan tman2ku sayang,
Ayo kita pinter2 mencerna apa yg disajikan media,  jgn ditelen bulet2. Saring mana yg perlu dilihat dan tdk. Masukin ke hati apa yang memotivasi, dan eliminasi apa yang bikin kita geli sama Negara ini. Usahakan cari dan lihat yang INDAH2 dari Indonesia, krn yg buruk2 terlalu mudah utk terlihat. Berhenti lah mengeluh, dan bergerak bikin sesuatu buat Tanah Air kita... IND❤NESIA!!!





Perhaps those views i post above are'nt the best views in this world. 
But those are INDONESIA, those are OURS! Be proud of it...

#IndonesiaUnite #proudINDONESIAN



Thank u for these great picture ❤



Selasa, 24 Desember 2013

Ribet sama Selamat Natal?

Pertama-tama saya mau tanya sama Dear Moslem Readers. Seandainya kita Umat Kristen, apa yang dirasain ketikan ngeliat spanduk di bawah ini?


Kesan pertama yang saya tangkap dari spanduk ini adalah keras, panas, tajem, kasar. Bukan Islam banget!

Tujuannya sih udah pasti baik, Lembaga apapun yang bikin spanduk ini, tujuannya mengingatkan umat Islam untuk ngejaga Aqidah, dengan tidak ikut merayakan dan mengucapkan Selamat Natal. Tapi, udah pasti ada doong cara lain yang lebih sejuk untuk berdakwah. Islam itu santun kaaan? 

Keyakinan Umat Kristen itu bahwa:
"Isa al-Masih itu Putra Maryam yang lahir pada tanggal 25 Desember".
Kalo keyakinan Umat Islam itu:
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (Q.S An-Nisa:171)
Sebenernya larangan mengucapkan dan merayakan natal itu karena; menurut keyakinan Umat Islam, Nabiullah  Isa al-Masih itu memang Putra dari Siti Maryam, namun berdasarkan literatur kami (Qur'an & Sunnah) tidak pernah tersebutkan tanggal lahirnya 25 Desember. Kalo mau dirunut sejarahnya, 25 Desember itu awalnya dicanangkan oleh orang Latin sebagai hari lahirnya Dewa Matahari (Sol Invictus). Bisa baca sejarahnya lebih lanjut disini. Ini masalah keyakinan, jd gabisa sembarangan diusik apalagi dirusak. Beda keyakinan inilah yang jadi dasar perdebatan hits akhir-akhir ini.

Untuk masalah fatwa MUI tentang haramnya Muslim mengucapkan Selamat Natal bisa cek disini. Intinya, Buya Hamka bilang selama kita masih tetap ber-Iman Islam, jangankan ngucap Selamat Natal, dateng makan-makan ke undangan perayaannya juga ga masalah, asal tidak ikut Ritual-nya. Kalau saya sendiri ditanya ngucapin apa ngga, saya ngucapinnya "Selamat" ajaaa, maksudnya selamat setiap hari yaa, biar happy selalu hari ini dan hari-hari selanjutnya. Ga spesifik hari apa gitu, soalnya saya gak yakin klo Nabi Isa As. itu lahirnya tanggal 25 Desember. Saudara sekandung Abah saya beberapa Kristen, jadi pasti tiap tahun pas 25 Desember Silaturahim makan-makan di rumahnya. Tapi saya masih Islam, Laa ilaaha ilallah, saya Cinta Muhammad Saw. Rasulullah  dan Isa As. Nabiullah .

"Dear my Brothers & Sisters (besides Moslems), Islam gak se-keras yang terlihat di media kok, bener deh! Islam itu Damai, Adem, Toleran (kecuali kalau Aqidah kami sudah diusik secara tidak benar). Islam yang sebenarnya itu ya Nabi Muhammad Saw., bukan Habib Rizieq (FPI) yang tampak anarkis di Media Massa, dan bukan juga Aki-aki  yang ada di Spanduk diatas itu tadi" -__-' zzzz

Ini contoh berdakwah dengan cerdas dan santun yang saya maksud. Isinya sama kayak spanduk diatas tadi, caranya aja yang beda. Lebih cerdas dan elegans menurut saya. 

cek >> Komik Om Haji Jayus

Ini pas banget nih, Sumpah! Waktu lagi nulis ini di playlist lagunya Marcel - Peri Cintaku. Marcel ganteng yaa sungguhhh~~ *intermezzo *out of topic *sorry :D


Bagi saya "menjaga Silaturrahim " itu lebih penting daripada "mengharamkan ucapan selamat Natal". Menjaga tali kasih antar sesama Umat Manusia (umat manusia loh yaa, bukan cuma umat Islam) itu tdk mudah, jd jangan mau dipecah belah! Here is the point: 
"We're just a big Human FAMILY who live on the same Earth!


If u don't mind to read my related post about "Kalau Tuhan Cuma Satu kenapa Kita Bereda-beda?" 
Thanks for reading, dear Readers!
*HUGS*

Minggu, 01 Desember 2013

"Your Career, Your Happiness"

designed by: Mr. YudhaLu 
Alhamdulillah it's a wrap!
Setelah kurang lebih 4 bulan persiapan, Edufair'13 terlaksana dengan lancar dan sakseiss.

Edufair ini adalah acara tahunannya SMA Islam Al-Azhar BSD yang diprakarsai oleh guru untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa/i yang dikemas secara berbeda, selain ada penjelasan dari perwakilan beberapa Perguruan Tinggi (Negeri & Swasta), ada juga penjelasan atau sharing pengalaman dari beberapa profesional yang inspiratif. 

Tahun 2013 ini Tema Edufair kali ini adalah "Your Career, Your Happiness". Tujuannya secara khusus untuk membuka paradigma baru kepada anak-anak tentang berbagai profesi unmainstream, yang diwakili oleh beberapa profesional yang kita undang sebagai narasumber, yaitu:
Dwiki Dharmawan sebagai Musisi
Chef Marinka sebagai Koki
Khanaan Shamlan sebagai Designer
daaan~~ Rene Suhardono yang berperan sebagai "pawang"nya :p
Sebenernya ada satu lagi narasumber tapi beliau tugasnya kali ini untuk menginspirasi para guru, yaitu Pak Anies Baswedan, Ph.D.

Kita sebut unmaisntream karena dari pengalaman yang sudah-sudah biasanya anak-anak milih jurusan sperti misalnya Dokter, Diplomat, Pengacara, Insinyur, Akuntan. Itu bukan profesi yang salah, apalagi jelek, cuma menurut sayaa~~ bosen ajaaa, dokter lagi, akuntan lagi, insinyur lagi -____-' dan yang lebih kacau lagi ada beberapa anak yang ga perduli jurusannya apa, yang penting masuk Perguruan Tinggi Negeri. *gubrakk*

Acara dimulai dari sekitar jam 8 yang dibuka dengan pemaparan dari bbrp perguruan tinggi swasta. Sesi sharing dengan para profesional baru dimulai jam 9, dipandu oleh Ankatama, si "Kakak Kelas terkece abad ini".
Ankatama, Alumni AlBesd 2007.

Anka ini juga sosok yang patut dicontoh untuk urusan karier. Menurut ceritanya, Anka udah tau mau jadi apa semenjak kecil. Jadi dia itu konsisten mulai dari ngambil jurusan kuliah sampai profesinya dia sekarang ini. Dan keliatan banget kok, orang yang bner2 mencintai pekerjaannya itu pasti KEREN. Saya nggak tau klo bukan Anka yang jadi moderator apakah acaranya bakal se-kondusif, se-seru, se-hidup kemarin atau nggak. yang jelas, I thank you so much dear Anka, u did great! Really!
Liat aja nih kondusifnya anak-anak pas acara kemarin...

Albesd troops 2014 & 2015

Our beloved Speakers: Khanaan Shamlan, Dwiki Dharmawan, Chef Marinka
Setelah sharing, our legend Dwiki Dharmawan yang dateng didampingi soulmate -nya, beraksi di atas panggung. It was  AWESOME! Thank you so much Bapak & Ibu Dwiki Dharmawan...


Klo yang satu ini emang luar biasa sih, he is worth to wait banget. Sempet dagdigdug parah, ampir2 gajadi dateng karena terjebak buas-nya kemacetan ibukota. Tapi Alhamdulillah he made it! Klimaksnya dapet, dgn gayanya mas Rene yang casual, muda bgt, anak-anak happy dan yang paling penting sharingnya mas Rene itu kelihatan NAMPOL banget buat anak-anak. Semua pemaparan narasumber disimpulkan sama mas Rene, kurang lebih intinya anak-anak gak perlu khawatir ttg kegalauan mengambil keputusan masa depan, itu sangat wajar dan pertanda baik klo insting mereka masih normal. Karena dengan kegalauan itu mereka jadi ga sembarangan menentukan masadepan, dan mau berusaha mencari dari dalam/luar diri apa yang paling mereka inginkan dalam hidup; apa minat mereka, apa potensi mereka, dan mereka mau menghasilkan karya apa di dlm hidup mereka.
Thank u mas Rene... We love u!
mas Rene Suhardono in Action

Anka: "Ajaib beneer ini orang... dulu ibunya ngidam aaapa yaaa?" :))

Duo Ibu BK n Dinda foto sama The Sweetest Chef, Marinka
Khanaan Shamlan
Alhamdulillah.. Semoga event yang udah terlaksana, transfer ilmu/pengetahuan dari seluruh narasumber jadi manfaat buat semua yang terlibat dalam event ini. Terimakasih Bpk & Ibu Dwiki Dharmawan, Chef Marinka, Mas Rene Suhardono, Mbak Khanaan Shamlan, dan Semua pihak yang ikut mendukung acara ini, terutama Bpk Ibu Panitia. It was really an honour to work with all of you, maaf klo selama kerjasama saya banyak kekurangan, kesotoyan, ketidak sopanan. hehe.. Thank you so much guuuys!

The Team





Yang paling spesial buat saya dari Edufair'13 ini adalah bisa ketemu langsung sama orang-orang hebat dan inspiratif spt Mas Rene dan Pak Anies. Mereka orang-orang hebat yang jadi inspirasi buat saya.

Dapet kartu nama dari beliau-beliau langsung itu SESUATU! :))
Mas Rene, u RAAAAWKK!
Hope to see you again very soon.. U R my inspirator, my teacher, my mentor!

*roaaaaar~~!! :))
Nanti klo ketemu lagi aku mau minta tandatangan pokonya yaaa :D



And... I met pak Anies secara langsung, bukan dari TV!! *tepok2 pipi takut mimpi* hehehee,

Anies Baswedan, Ph.D

Nggak bisa diceritain disini krn bakal panjang bgt ceritanya. Intinya Beliau itu baik luar biasa, pinter, karismatik, humble, senyum muluuuk...
Pokonya i'll tell u on my up coming post :D

Thanks for reading, peeps!
*HUGS*


Kamis, 15 Agustus 2013

TIMA (Traditional Indonesian Martial Arts)

I oftenly post a picture about TIMA on my instagram, were u aware?
Then in this post i would like to share my experience about having TIMA in my life...


TIMA is a club of healthy body, mind, soul, Universal Meditation, and Unlimited Self-Defense. I met this club when i was on high school. TIMA sendiri berdiri pada tahun 2000, tanggal 10 Agustus. So it was our 13th anniversary a few days ago.

Here r some testimonials from us:

"TIMA itu udah seperti keluarga buat aku. Tempat dimana bisa bercanda, tawa sekaligus berbagi kesengsaraan dan kepedihan serta luka bersama-sama.."
Adil Amran

"TIMA adalah tempat dimana saya menuntut ilmu pencak silat dan beladiri dan meditasi, disitu juga wadah positif bagi saya. TIMA itu sebagai keluarga buat saya, posisinya memenuhi 1/2 hati saya, sebagai prioritas nomor 1 sejajar dengan keluarga, mama papa. TIMA itu adalah tempat dimana saya sharing dikala susah dan senang dan TIMA juga bisa menyupport saya ketika saya ada disaat yang sangat terpuruk"
"Abay yang ganteng lucu dan super imut" << he says

"Cowo jagoan itu bukan cowo yang sukanya berantem ga jelas, memperlihatkan kekuatannya dsb. Tapi orang yg bisa survive dalam kehidupannya. Belajar TIMA bukan belajar jadi jagoan yang sukanya berantem, tapi di TIMA malahan membuat kita bisa kontrol emosi dan menyelesaikan dengan kepala dingin. TIMA itu keluarga, banyak mengajarkan berbagai pelajaran kehidupan yang ga bakal didapet di tempat beladiri manapun. TIMA will always be a part of my life."
Rizkyka Perdana

"Hmm TIMA ya.. Second family sih.. krn bebas sharing, no judging, n yang bandel2 kapok sendiri cukup pake porsi latian."
Angger Pradigdo
"TIMA memiliki banyak arti untuk saya. Tidak hanya sarana olahraga dan latihan beladiri semata, tapi juga sebuah keluarga. Keluarga yang tidak hanya mengajarkan latian fisik dan mental, namun juga pelajaran hidup yang dapat membentuk karakter kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Selama apapun saya pergi dan vakum latihan, TIMA sebagai keluarga selalu menerima saya kembali. LONGLIVE TIMA!"
Muhammad Hanif
 "TIMA is a part of my life. Awal ikut latian cuma skedar latihan biar jd kuat, tp seiring dengan berjalannya waktu TIMA mengajarkan sy bagaimana hrsnya bersikap. Awalnya saya adalah orang yang cuek terhadap keluarga dan kasar terhadap adik, tapi setelah sekian lama latihan TIMA saya jd lebih sayang thd keluarga krn mencontoh pola yang diterapkan dalam TIMA, yaitu bahwa 'semua anggota TIMA adl keluarga' . Dan selain menjaga kondisi fisik menjadi tidak pernah sakit, dengan latihan TIMA saya jg menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih sabar, tidak mudah menyerah, dan menyelesaikan masalah kehidupan dengan pikiran yang positif."
Raymundus Hendra Setiyawan a.k.a Hendrih "BlackSweetSoySauce"

I was there thirteen years ago, when Adhika -my universe brother since kindergarten- put all of his dreams, his hope, and even his life to build TIMA. TIMA was the 1st place I came to after I had this accident that granted me one medical surgery on my right foot. It was early 2000 Earth school lesson learn session at TIMA that opened my eyes not to ignore but to feel pain not as pain, simply but as options' consequences. In nowadays-so-called-global-life, TIMA stays going back to the roots when others choose to leave. Those are memories I won't forget, realizing Thank You will never be enough, until the day I stop to breath..
David Tandayu

"TIMA adalah wadah bagi anak muda untuk mnyalurkan energi ke arah yang positif dan membangun... Mencoba mengajarkan aplikasi nilai-nilai silat ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat untuk menghadapi berbagai masalah dalam bidang-bidang kehidupan. Lebih mengutamakan aplikasi nilai-nilai falsafah silat dibandingkan peragaan jurus-jurus dan hal ini lebih dibutuhkan dlm kehidupan jaman sekarang. TIMA buat aku adl tempat yg menyenangkan dimana orang-orang yang sebelumnya tidak kenal disatukan lewat nilai-nilai kekeluargaan sehingga disadari atau tidak TIMA sudah menjadi keluarga."
terbang2 itu urusannya >> Fraditya Bayu Anggara a.k.a Frodo


Kurang lebihnya begitulah komentar-komentar yang datangnya dari Hati keluarga TIMA.
Bagi saya pribadi, TIMA itu tentunya merupakan wadah positif buat muda-mudi mengolah fisik, mental dan hati nurani. Bukan cuma sekedar tempat latihan bela diri, TIMA ini salah satu role model keluarga ideal banget. Terutama our Master, he is such an ideal figure of a son, a brother, a father, and a husband.

MasKa, Agasha, MbaRyva, Aisha, Alicia

Menurut saya, dalam gejolak emosinya Remaja membutuhkan wadah di luar keluarga inti (entah teman, saudara, atau komunitas semacam ini) untuk sekedar sharing dan tambahan referensi dalam mengambil keputusan dan menyikapi hal-hal dalam hidup. Saya sendiri ketemu TIMA pas lagi bergejolak2nya masa remaja, jd Alhamdulillah "when i'm down, and my family couldn't catch me properly, i've got TIMA on my back!". Bioligically, i have one mother, father and 3 siblings. But in TIMA automatically i got another parents, brothers n sisters. TIMA Family complete me, and keep me balanced.

And i can't thank this lady and monsieur enough, without them TIMA wudn't be exist.

Sir n Madam Iman Wijaya

our Family pictures :)
Birthday Banner for TIMA's 12th anniversary

bunch of TIMA Family

Our kinda set

TIMA Performance

Anyway... tiba-tiba saya kpikiran quote:


"Martial Art is some kind of an art

Dari pada art jogetjoget buka aurat
mendingan art yang bermanfaat
yaitu Pencak Silat!" 

-Jeniffer from TIMA-

nyeheheheheheh....



TIMA
Since August 10th, 2000






Contact TIMA:
Jl. Ismaya no. 56, Limo, Depok
West Java - 16514
+6221 754 8820
+62818 862 920








HAPPY 13th ANNIVERSARY dear Family.







Love,

Nden

Minggu, 21 Juli 2013

Diskusi sore with mbajel

Have u heard this?
Yes, u can blame the mainstream music yang always cinta-cintaan ga jelas.
They contribute to THIS!

Mabuk-mabukan, kebut-kebutan, self injury (nyayat anggota tubuh, memukul benda keras dgn tangan kosong, nabrakin mobil ke pohon, minum obat melebihi dosis, mogok makan, etc). Itu adalah kasus-kasus emosional remaja yang sering saya temui, yang penyebabnya beragam: Ada yang karena masalah keluarga/orang tua, masalah sosial/pertemanan, dan yang paling hits adalah masalah relationship atau masalah percintaan gelora asmara kawula muda. Yang mau saya angkat kali ini adalah kasus emosional remaja yang disebabkan oleh romansa rominsi percintaan muda-mudi ini.

Kasus-kasus emosional yang saya sebutkan itu dampak negatifnya sungguh luar biasa, bisa dampak secara langsung maupun tdk langsung, baik buat diri si pelaku sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Yang jelas, kesalahan dlm bertindak dalam kondisi emosi/tanpa berfikir panjang itu bisa merusak masa depan.

Rata-rata orang yang terpuruk karena masalah percintaan itu adalah karena "they're taking it to deep", and so did i, i've been there. Terlalu berharap banyak sama seseorang, menggantungkan harapan yg terlalu tinggi sm seseorang, jd pas gantungannya ga nyampe dan jatoh, itu sakitnya luar biasa. Yang jadi masalah disini kan sebuah "relationship yang belum legal", yg masih berdasarkan kesepakatan emosional antara 2 pribadi (suka sama suka - sayang sama sayang - rindu sama rindu), belum ada dasar hukum yang clear dlm hubungan tersebut (hukum agama atau negara). Jadi emg harus tanggung resikonya ketika emosi salah satu dari pembuat keputusan tsb berubah jadi ga sepakat lagi, jadi ga sayang lagi, ga suka lagi, ga rindu lagi, atau salah satu pribadi punya rencana lain yang emang bertolak belakang sama pribadi yang satunya. Ini hal yang lumrah, jd jangan dibikin LEBAY. Ketika kita berani memutuskan untuk berkomitmen secara ilegal (tidak HALAL), kita jg harus siap untuk menanggung resiko apapun yang akan terjadi di kemudian hari, tanpa melakukan some stupid reaction ketika kejadiannya ga sesuai harapan.

Sadari juga, bahwa fisik yang diancur-ancurin itu bukan punya kita. Itu cuma dipinjemin sm Allah, sbg fasilitas utk kita berkarya di dunia. Berkarya enggaaa, rusak iya tu badan. Saya ingatkan, itu namanya sudah berkhianat sama amanah titipan Allah yaaa.. Allah bisa sewaktu-waktu nyabut semua fasilitas itu kok. Misalnya kita dikasi hidup tp dibikin lumpuh sekujur tubuh.. Kebayang gak? Jadii ayokk dijaga amanah Allah baik-baik ya naaak.. huhuu *ibu jadi sediih  T__T

We are a human, cerdas, bertumbuh dan berubah. Jangan buru-buru ngambil keputusan untuk menetapkan ketika kita masih sangat muda. I mean, ketika memutuskan berkomitmen sm seseorang, harus sadar kita ada dimana, punya apa, tujuan kita kemana dan rentang waktu menuju masa depan itu segimana. Jadilah manusia muda, beda, berbahaya *klo kata SID*.. Bukan manusia lebay bin alay! :p

Naaah.. Yang namanya naluri manusia untuk menyayangi-disayangi, mengasihi-dikasihi, memperhatikan-diperhatikan itu memang gabisa dipungkiri. Dan naluri itu gak salah koook, cuma yang salah tempat peng-alokasiannya sajaa. Jd naluri itu harus pandai2 kita manage.. kemana, dimana, seberapanya. Naluri itu dipakai untuk saling menyayangi, mengasihi, perhatian kepada seluruh penduduk alam semesta ajaa, keluarga, teman, hewan, tumbuhan. Jangan ke cuma satu orang itu2 ajaa.. rugi tauu~ MUBADZIR!

Btw, i moved to another school. Hmmm kurang lebihnya itu materi terakhir yang saya share buat anak-anak di sekolah sebelum saya pindah ke sekolah yang baru ini. Semoga bermanfaat dan bisa dipahami yaaa my dear anis, gita, bela, fidha, angga, melza, vania, hera, arif. Remember, this ain't a goodbye... Ga boleh lose contact pokonyaa. Mbajel love you all sooooo much. huhuuu T____T


I made a flyer for this little event named "Diskusi Sore with Mbajel" :p





a proudful teacher i am, for having a students like u guys...

And the day i publish this post is Melza's birthday.
Happy Birthday dear Melza Horiza Sastradiredja.. 
Semoga istiqamah dgn hijab barunya, sukses kelas XII-nya, kesampean masuk ITB-nya dan klo udah jadi "MELZA HORIZA FOUNDATION"  jgn lupa sama mbajel yaaa. ehehe. I love you, Melz!

Well, thanks for reading dear readers, selamat sahuuur!
Salaaam
:)

Rabu, 19 Juni 2013

She's a Magical Diamond

Ahhh how i love my daily life as a guru BK, though it's tiring when u met a "murid bandel", but it won't be any excitement if there's none of that kind of student. hehe. Aaand of course i'm not gonna let u think that "Guru BK/school councelor is only handle a murid bandel (troubled student)", theoritically there r 3 functions of a guru BK:
1. preventive function,
2. curative function,
3. constructive function.

Nahh yang mau saya share kali adalah tentang fungsi konstruktif untuk anak yg bersangkutan, dan fungsi kuratif dan preventif untuk anak-anak lain yang ngga seperti dia.

This girl, named "Magical Jewel",

"Damba Permatasakti"

17 yo girl, smart, beautiful and the most important thing is she has already a settle future plan (it's such a rare at her age). I meet kids at her age usually still "galau" about what will they're gonna be in the future. Waktu Damba penjurusan, nilainya cukup untuk dia masuk kelas IPA, but she didn't choose that. Alasannya karena dia ga minat di IPA dan dia udah punya rencana pengen jd desainer grafis nantinya. Such a firm decision!

Pertama kali ketemu Damba itu waktu lg bertugas jd panitia utk acara HUT Sekolah. Saya bertugas mendampingi dia utk bikin desain materi Publikasinya (she's good at photoshop). Pertemuan kedua itu waktu saya bertugas ngawas UAS di kelasnya dia. And u know what, at that time she only took 20 mins to finished the exam. hahha. Gile juge ni anak! *dalem hati*
Makin lama, makin kenal, makin tau ini anak FIX keren! Damba ini anak satu-satunya, lahir dari mama-papa yang mapan dan supersibuk. Yang udah-udah nih yaa, bbrp kasus yang saya temui klo mama-papanya supersibuk berkarier di luar rumah, biasanya anak-nya bermasalah mulai dari tingkat "agak" sampai "parah". Itu karena they give less-emotional attention and give over-facility (kurang perhatian alias ga pernah ngobrol, dan cuma sempet ngasi duit aja). But, those traits doesn't fits to this girl; ibu-bapak supersibuk, duit dan fasilitas lancar-luarbiasa, tapi anaknya tetep undercontrol dan bahkan prestasinya above-average . So i eager to know her mom and the way she treats Damba until she becomes this such a cool girl.

We were set the meeting at PIM after office hour.
No wonder Damba is such a nice girl, she was born from a very nice and a cool lady indeed. woohoo~ it's such an honour for me to meet her! *thanks mama iloveyou!*
Pertama ketemu langsung cair, si mama orangnya asik bgt, jd ga pake ba-bi-bu langsung bahas ttg prodaknya yang keren yang namanya "Damba Permatasakti" ini. Langsung dengan lancar Mama Damba cerita dari ketika awal abis nikah sm Papa Damba.

Mama Damba ini berkarier sebagai dosen sekaligus Wakil Rektor di Universitas Swasta terkemuka di Jakarta Selatan. Memulai kariernya dari sebelum punya Damba sebagai dosen. Damba, anak semata wayang, yang diperolehnya setelah 4 tahun pernikahan. Si mama menikah umur 29 tahun, dan baru lahir damba pas mama umur 33. Setelah nunggu 4 tahun lamanya, Mama sama Papa Damba bukannya malah manjain dengan ngasih segala yang Damba mau, tapi memberikan segala yg dibutuhkan Damba lengkap dengan alasannya. Semuanya yang dikasih/dilarang/disuruh dipaparkan dulu alasannya dengan jelas sm Mama, even when Damba still in her tummy. Mama said "Saya selalu ajak ngobrol Damba sejak dr dlm perut, saya udah panggil dia Damba wkt itu, mau cewe/cowo pokoknya namanya Damba".

Mama rajin banget ngajak ngobrol Damba sejak hamil, sampai udah lahir suatu hari waktu Damba masih umur skitar 2-3 tahun, mereka jalan-jalan ke toko mainan, Damba minta dibeliin barbie yang pada saat itu harganya tergolong mahal. *klo saya mah mikirnya: yaampun punya anak cewe 1, cantik, susah juga dapetnya yaudadeh beliin aja, toh duit gw banyak* Itu klo saya yang jadi ibunya,
Tapi Mama Damba ngga begitu. Waktu Damba minta beliin barbie itu, mama langsung bilang sama little Damba (yang ngomongnya aja masi blepotan), mama menjelaskan klo mama punya uang, tapi bukan untuk beliin Damba barbie itu. Mama bilang, "Damba masih terlalu kecil, belum ngerti ngerawat barang. Barbie ini harganya ngga murah, kalau nanti rusak kan sayang. Jadi nanti yaa dibeliinnya klo Damba sudah agak besar yaaa.". Well, here's the point.. This mom was treat little Damba as a completely human since she's still a baby. She described the reason why wouldn't she bought her that barbie, clearly as if she was an adult, doesn't matter if she understand or not.

Another story brought me to the time when little Damba entering the primary school. Mama ini karena memang dasarnya pendidik juga, jadi beliau paham klo masa kecil itu masanya bermain, jadi Mama ngga pernah makasain Damba waktu TK itu belajar baca/nulis/berhitung. Nahh, pas masuk SD tmen2 sekelasnya semua udah bisa baca, cuma Damba yang belum bisa. Dasar anak-anak yaa, mulutnya kan suka jail, jadi aja si Damba diceng-cengin gara-gara blm bisa baca. Pulang lah Damba dengan bercucuran air mata, dan gamau sekolah lagi *pukpukpuk*. Saat itu mama sudah menjabat sbg Kepala Jurusan di Fakultas yang pasti tugasnya ga sedikit alias sibuk bgt. Tapiiiii~ *perhatikan ini penting bgt* beliau konsekuen dengan keputusannya untuk berkarier di luar rumah, kesibukkannya sbg KaJur ngga membuat Mama "mengendurkan" tugas sebagai Ibunya Damba yang masi kelas 1 SD. Sewaktu Damba mogok sekolah karena malu blm bisa baca, mama memutuskan untuk terus mendukung Damba secara mental dengan mengantar Damba ke Sekolah, full time! Jadi, kerjaannya sebagai KaJur itu dibawanya ke Sekolah Damba. Mama kerja dari sekolah Damba tanpa terputus koordinasi dengan kantornya. Jadi Damba tetep bisa ngeliat mama ada di dket dia, dan kerjaan kantorpun tetep ter-handle. *repot gak sih menurut L?* Itu repot bgt loh.. Tapi ya itulah judulnya KONSEKUENSI!

Ini yang saya maksud, silahkan para wanita berkarier dengan bijak dan tanggung jawab. Mama keren ini modalnya adalah "mau repot", so she can fulfilled all of her responsibility: as a mother, as a wife, as a career woman.

Iniii dianya supercool Mom and Daughter!
(with mbajel of course -__-')



This magical diamond gets by effort. Anak gadis pinter begini bukan semerta-merta "gift" dr Allah. Ada usaha dari orang tuanya untuk memiliki Anak yang (sejauh ini) tumbuh dengan sukses. Mulai dari dasar pemikiran, rencana dan konsep pola asuh yang matang. Kalo saya perhatikan, selain sudah memiliki konsep dan pemikiran yang matang, mama-papa Damba ini juga sudah matang secara usia ketika melahirkan Damba. Well-prepared lah pokoknya!

Semoga sharingnya bermanfaat yaa buat para ortu dan calon ortu.. Smg bisa menghasilkan manusia-manusia dewasa yang berguna, bukan cuma manusia yang mempersempit dunia!


Keluarga Super


Much looove,
mbaJEL