PAGES

Sabtu, 02 Juli 2011

Wanita = Tulang rusuk pria

Meneruskan dari note sebelum ini, sekaligus menanggapi pendapat tmen saya yang mengomentari note saya ttgpernikahan = ibadah?

"Agama islam mengizinkan seorang laki-laki untuk menikahi wanita yang beragama lain. Lalu kenapa tidak dengan wanita yang bersuami agama lain?"

Pada dasarnya kodratnya laki2 dalam islam adalah sbg IMAM dan perempuan sbg MAKMUM. Klo seorang wanita Islam di-IMAM-i oleh seseorang beragama lain gimana caranya (alasan ini buat ssorg yg tujuan awalnya menikah krn agama ya.. klo yg awalnya krn cinta yaa ga masalah buat mereka beda keyakinan, yg penting kyakinan akan cinta mereka bner2 kuat).
Soalnya, dari literatur yg saya punya ada bbrp faktor penyebab konflik dlm keluarga, selain kesalahan dalam memilih pasangan dan perbedaan tingkat usia, ketiadaan kufu' (kesetaraan) dalam sepasang suami-istri. Sebelumnya maaf nih, saya masukin hadis lagi.. hehe.
Diriwayatkan oleh Sayyidina 'Ali R.A:
"Hai 'Ali, ada 3 hal yang tidak boleh kamu tunda: shalat, apabila telah sampai waktunya, jenazah, apabila telah meninggal, dan orang yang single, ketika ia telah menemukan pasangan yang setara (kufu')" (Al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra VII/133, dalam Kamil al-Hayaali).
Maksud setara disini adalah tidak lebih rendah keadaannya, lebih rendah nasabnya dan tidak lebih rendah kualitas peradaban atau pengetahuannya. Ini saya kutip dari bukunya Kamil al-Hayaali: al-Khilafaat al-Zaujiyyah (diterjemahkan oleh Nor Hasanuddin, M.A dlm bukunya Solusi Islam Dalam Konflik Rumah Tangga).

Dari sini sih saya bisa nyimpulin (bapak2 ibu2, klo salah tolong bnerin yaa~) kenapa harus setara, soalnya pada dasarnya perempuan itu harus dibimbing dan orang yang ngebimbing itu harusnya punya kompetensi buat jadi pembimbing. Soalnya yang namanya perempuan itu -pernah denger "Perempuan itu berasal dari tulang rusuk lelaki" kan?- pada umumnya ada unsur bengkoknya, kayak tulang rusuk aja gitu, nih masi dari hadis Nabi SAW yang pengertiannya:
"Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Dan bahwa tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Dan jika kamu begitu saja meluruskannya, kamu berarti mematahkannya. Akan tetapi jika kamu menikmatinya. Pada mereka ada kebengkokan."
Klo mnrt pengertian saya dr hadis di atas, jadi intinya yg namanya perempuan itu emang ribet bgt orangnya, jadi para lelaki klo mau ngelurusin harus pake "strategi jitu untuk meluruskan tulang rusuk", ga bisa strategi instan ato asal2an, bisa patah tuh tulang. Hehehehehe. Jayus yah?
;p

Jadi, tanggapan saya dari pendapat "Agama islam mengizinkan seorang laki-laki untuk menikahi wanita yang beragama lain. Lalu kenapa tidak dengan wanita yang bersuami agama lain?",
Kenapa cuma pria islam aja yg boleh beristri dari agama lain, knp wanita ga boleh punya suami beragama lain. Soalnya menurut saya pada dasarnya kodrat wanita itu dipimpin, bukan memimpin. Wanita itu terlalu labil untuk memimpin seumur hidup, sedangkan yang namanya pernikahan itu itungannya seumur hidup kan? Itu pendapat saya aja ya, klo salah tolong dibnerin. (daritadi gw beropini berdasar ajaran agama gw aja yah zis, soalnya gw ga ngerti ajaran agama lo sih. buakbuakbuak) ^^v

Saya nulis note ini pengen ngasi satu bahan diskusi aja ttg pernikahan, triggernya emang gara2 abis baca note tetangga ttg opininya dia ttg pernikahan yang mnrt saya berbeda sama opini saya (kebetulan jg proposal skripsi saya menyangkut ttg pernikahan dan kawan2nya itu. hehe). beda boleh kan? Tanpa berniat menggeser opininya dan nge-JUDGE klo opininya dia salah ato ngeremehin siapapun. Tapi sepertinya kok tu tetangga yg bikin note, gara2 saya bikin note itu jadi merasa diremehkan. Heheh.. jadi bingung! yaa~ MINTA MAAF aja deh ya tetangga.. Kan note itu ajang buat memaparkan pemikiran2 kita, bukan untuk saling menjatuhkan, kan klo gini kita jadi makin tau pola pikir tiap orang yang baca dan ngasi komen itu gmn, dapet informasi dari pengalaman2 dan pengetahuan2 orang lain juga.

Skali lagi saya tekankan disini.. Note yang saya tulis tidak bermaksud meremehkan siapapun yaa~. Klo emang ada yg ngerasa.. tolong dimaafkaan!
:)


Pamulang, 4 Januari 2009
-JELITAnden

Pernikahan = Ibadah?

Saya sangat setuju kalo pernikahan itu adalah sunnah Rasul SAW dan ibadah untuk mencari pahala atau ridha Allah SWT.
Tapi sebagai anak muda yang masi belajar dan sangat sedikit ilmunya (jadi buat ibu/bapak sesepuh yg baca, klo ada salah mohon dikoreksi yaa) saya mau mengajak kita semua berfikir, dan mengingat kembali tahap-tahap ibadah yang Rasul SAW kita anjurkan.
Nikah itu memang sunnah-nya, tapi ibadah yang satu itu bukan main tanggung jawabnya besar sekali. Kalo memang kita mau ibadah dan mendapatkan Ridha Allah SWT, step by step aja lah dulu, masi banyak ibadah dan sunnah Rasul yang ga tralu menanggung beban responsibility seberat nikah. Contohnya, Solat sunnat dan Puasa sunnat, itu aja masi ada sub-subnya lagi. hehe. solat sunat ada brp puluh, bgitu juga puasa sunat. Dan itu gak pake tanggung jawab yg berat2 amat harus ngasi makan anak orang, ngebimbing anak orang, ngebahagiain anak orang, menghasilkan dan ngedidik anak-anak baru yang bakal jadi Khalifatullah fil 'Ard yang sholeh/sholehah, yang doanya nanti bakal jadi bekel kita di akhirat.
Sekarang tentang statement "Pernikahan itu indah, pernikahan itu menyempurnakan ibadah kita sendiri, pernikahan juga ladang pahala".
Theoritically, i am absolutely AGREE. Tapi ayo kita berangkat ke realita kehidupan nyata, liat pe-rdetik, per-menit, per-hari ketika kita sudah berada di dlmnya. Survey yang saya lakukan ke beberapa sobat dan kerabat yang udah menikah selama lebih dari 2 tahun, "keindahan" itu memang benar ada, tapi bukan menjadi nomor satu seperti di cerita2 dongeng semacam cinderella gitu lagi, cinta yang indah itu menjadi nomor ke sekian setelah yang namanya tanggung jawab, kerja keras, pengorbanan, kepemimpinan, kebijaksanaan, kesabaran, pengabdian, dan yang paling parah PENYESALAN karena SALAH MEMILIH PASANGAN. Hii~ what a nightmare, right?!
Izinkan saya mengutip dari tulisan Kamil al-Hayaali dlm bukunya "Solusi Islam dalam Konflik Rumah Tangga"yang katanya tuh, Islam telah mewanti-wanti semenjak awal dalam hal memilih pasangan hidup untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Islam telah menggariskan dengan jelas bahwa pilihan yang baik adalah salah satu faktor yang dapat menciptakan kehidupan keluarga islami, harmonis, dan cinta kasih pada pasangan suami istri. Landasan yang jelas telah diberikan Rasul SAW dlm sabdanya: "Perempuan dinikahi karena 4 alasan: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikkannya dan karena agamanya. Maka dapatkanlah yang kuat agamanya, niscaya akan beruntung."(HR. Bukhari & Muslim)
itu yang buat para lelakii..
Para wanita tenaang.. nihh, masi ngutip dari bukunya Kamil al-Hayaali (boleh minjem dari ka Adang. hehe. tengs kaa~).
Hadis yang satu ini menyingkapkan ciri hakiki dari seorang suami ideal kepada kita, yaitu yang dapat mengetahui kebenaran dan kewajiban, dapat bertanggung jawab dan bertakwa kepada Allah dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatannya.
"Jika orang yang agama dan perilaku (kepribadian) -nya kalian senangi datang kepadamu, maka nikahkanlah (anakmu) dengannya. Jika tidak kalian laksanakan, maka kekacauan dan kerusakan besar akan terjadi di bumi."
Ada sahabat bertanya: "Meski ia tidak memiliki apa-apa?"
Maka Nabi SAW menjawab: "Jika orang yang agama dan perilaku (kepribadian) -nya kalian senangi datang kepadamu, maka nikahkanlah (anakmu) dengannya," sebanyak 3 kali. (HR. at-Tirmidzi)
Naaaaah~ jadi sudah cukup jelas ya Rasul SAW memberikan kita kriteria pasangan hidup yang seperti apa supaya kita gak salah milih pasangan hidup dan yang namanya pernikahan itu jd gak MENGERIKAN. Intinya adalah AGAMAnya!! hohoo..
Gitu lhooo maksud saya kenapa PERNIKAHAN itu MENGERIKAN.
Mengerikan disini maksud saya harus penuh perhitungan, ga bisa kaya huruf2 di layar ini ketika saya ketik yg klo salah masi bisa pencet "back space" trus dibnerin.
Yaa selalu ada "alasan" dibalik setiap tindakan dan pemikiran kan? Kalo masi dianggap ANEH, yaa minta maaf aja deh.
Trus buat para sesepuh minta tolong dikoreksi ya tulisan saya inii.
*tararengkyu.. matur nuwun.. nuhun pisan..
oiaaa~ Happy new year 1430 H / 2009 M anyway! Have a wonderfully years aheaaad!
;)
Pamulang, 31 Desember 2008
-JELITAnden

Inseminasi Buatan.. why not?

”The Back-Up Plan” adalah film yang berkisah tentang seorang wanita karir (Jennifer Lopez) yang masih sendiri. Karena merasa umurnya sudah mulai tua, dan ada suatu kekhawatiran di dalam dirinya, maka ia mengambil keputusan untuk melakukan inseminasi buatan. Sperma diterimanya dari seseorang dalam proses inseminasi ini, namun berbarengan dengan itu, ia mengenal seseorang (Alex O’Loughlin) yang memikat hatinya. Ia merasa bahwa laki-laki itulah impian yang diidam-idamkan dalam hidupnya selama ini.
Selain Jennifer Lopez, film ini juga menampilkan akting dari Alex O'Loughlin, Noureen DeWulf, dan Donal Logue.
***************************************
Sampe segitunya lhoo orang pengen punya keturunan.
Udah pengen punya anak, tp belom punya pasangan. Akhirnya, inseminasi buatan dijadikan pilihan. Kalo dilihat dari film yg saya ceritakan sinopsis-nya di atas. Rasanya kejadian tersebut udah jadi fenomena umum yang ada sekarang ini ya..
Ada bbrp macam usaha buatan manusia untuk membuahkan sperma dan ovum menjadi zigot, contohnya inseminasi buatan dan bayi tabung. Klo dalam Islam (merujuk ke fatwa MUI) hukum kedua usaha tersebut adalah boleh, asal sperma dan ovum yang dipertemukan adalah milik pasangan yang memang sudah halal secara Agama.
"Usaha maksimal, hasilnya Allah yg menentukan."
Kalimat itu cocok untuk para pasangan yang sedang harap-harap cemas menunggu hadirnya keturunan di tengah-tengah mereka. Anak adalah titipan/amanat Allah, jika seluruh tenaga, fikiran dan materi sudah maksimal utk mengusahakan hadirnya janin di dalam rahim istri. Selanjutnya hanya tinggal pasrah dan sabar menanti waktu ketika Allah sudah percaya untuk menitipkan satu lagi wakilNya di dunia ini. Allah menitipkan wakilnya kepada para pasangan manusia di bumi ini adalah untuk dirawat dan dididik agar menjadi penerus ke-bermanfaatan orang tuanya di dunia, untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk seluruh penduduk alam semesta. Pasangan suami istri sering kali lupa apa hakikat dari memiliki keturunan. Karena banyak faktor, salah satunya mungkin adat budaya yang menuntut pasangan yg sudah menikah untuk segera memiliki keturunan. Sampai-sampai mereka lupa memikirkan hakikat memiliki keturunan itu sendiri.
Menurut masyarakat umum, biasanya pasangan yang sudah menikah itu punya keturunan, makanya klo blm punya anak kadang ada yg gelisah karena takut dianggap tdk normal. Padahal maksudnya dititipin anak sama Allah itu kan bukan itu. Ibaratnya, kita dititipin barang sama ssorg, kita dikasih tanggung jawab, dipercaya ngerawat, ngejaga, dan memanfaatkan barang tersebut sebaik-baiknya sesuai fungsi, karena itu hanya titipan yang nantinya akan kita kembalikan lagi kepada Yang Punya barang.
Kalo sepasang orang belum ketitipan sesuatu, mungkin artinya Yang Punya itu belum ngerasa perlu nitip sesuatu sama pasangan tersebut. Ntah apa alasannya, mungkin memang lebih baik jika pasangan itu berjuang berdua dulu, atau pasangan itu lebih banyak manfaatnya jika belum punya anak. Banyak lah kemungkinan-kemungkinan positif kenapa sepasang suami istri belum dititipin "calon wakilnya Allah" di muka bumi ini. Lagi pula menurut saya lebih baik ga punya anak, dari pada anak tsb nanti lahir dan tumbuh menjadi koruptor. hehe.
Memiliki keturunan itu bagi saya bukan hanya sekedar dirawat, dijaga, difasilitasi segala kebutuhannya agar selalu merasa nyaman dan bahagia. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana anak tsb nantinya mampu membuat nyaman dan membahagiakan dirinya sendiri serta orang-orang di sekitarnya. Dan itu berawal dari penanaman awal ttg kenyamanan dan kebahagiaan. Standar kenyamanan dan kebahagiaan ssorg merupakan sebuah hasil dari pembentukan pola hidup atau kebiasaan oleh orang tua dan lingkungan sekitarnya. Mau jadi apa seorang anak itu tergantung dari apa yang ditanamkan oleh orang tuanya semenjak anak tsb masih berupa janin dalam rahim.
Kalo kita suka denger tingkah laku seseorang suka dipertanyakan, misalnya "dulu ibunya ngidam apaan sih? ko anaknya bawel bener...", pertanyaan spt itu terbentuk karena memang kenyataannya seseorang itu sudah bisa mengamati dan mencontoh mulai dari awal ketika masih di dalam kandungan. Dan kalau pernah membaca istilah golden age, itu adalah rentang usia seseorang yang paling bagus untuk dapat menyerap segala pelajaran baik secara lisan maupun perbuatan.
Masa-masa golden age adalah waktu yang paling tepat untuk membekali anak ttg nilai-nilai dan hakikat kehidupan. Jadi untuk para orang tua, hati-hati menentukan prioritas, jgn sampe masa-masa paling berarti yang menentukan masa depan anak tersia-siakan krn hal yang ternyata bukan prioritas.
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan"
(al-Kahfi: 46)
CMIIW
:)

UMAR BIN KHATAB PUN MENANGIS (copas)

"Dan Umar pun Menangis..." 
(share from other's blog)

Pernahkah anda membaca dalam riwayat akan Umar bin Khattab menangis? Umar bin Khatab terkenal gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan. Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau Syeitan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat di suatu jalan, maka Syeitan pun menghindar lewat jalan yang lain. Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini,yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karena itu kalau Umar sampai menangis tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan. Mengapa "singa padang pasir" ini sampai
menangis?

Umar pernah meminta izin menemui rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada diatas tanah. Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku.

Rasul yang mulia bertanya, "mengapa engkau menangis ya Umar?" Umar menjawab, "bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan kisra dan kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera".
Nabi berkata, "mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga, sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya"

Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara, hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya.

Ketika anda pergi ke Belanda, biasanya pesawat akan transit di Singapura. Atau anda pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat anda mampir sejenak diAbu Dhabi. Anggap saja tempat transit itu , yaitu:
Singapura dan Abu Dhabi merupakan dunia ini. Apakah ketika transit anda akan habiskan segala perbekalan anda? Apakah anda akan selamanya tinggal di tempat transit itu?

Ketika anda sibuk shopping ternyata pesawat telah memanggil anda untuk segera meneruskan perjalanan anda. Ketika anda sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini, tiba-tiba Allah memanggil anda pulang kembali ke sisi-Nya.

Perbekalan anda sudah habis, tangan anda penuh dengan bungkusan dosa anda,lalu apa yang akan anda bawa nanti di padang Mahsyar. Sisakan kesenangan anda di dunia ini untuk bekal anda di akherat. Dalam tujuh hari seminggu, mengapa tak anda tahan segala nafsu, rasa lapar dan rasa haus paling tidak dua hari dalam seminggu. Lakukan ibadah puasa senin-kamis. Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak anda sisakan waktu barang satu-dua jam untuk sholat dan membaca al-Qur'an?
8 jam waktu tidur kita? mengapa tdk kita curi 15 menit saja untuk sholat tahajud?

"Celupkan tanganmu ke dalam lautan," saran Nabi ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedaan dunia dan akherat, "air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akherat" . Bersiaplah, untuk menyelam di "lautan akherat". Siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita, & bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangis pun kita tak akan punya waktu lagi.

Subhanallah..
Hujamkanlah penjelasan baginda nabi SAW diatas ke dalam hati kita.
Allahua'lam bisshawab.